Portalsembilan.com, BERAU — Potensi sektor perikanan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menyoroti lemahnya infrastruktur pendukung, terutama Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sebagai salah satu hambatan utama.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, mengatakan bahwa penguatan fasilitas TPI menjadi langkah krusial dalam mendukung pengelolaan hasil tangkapan nelayan.
Menurut dia, Berau memiliki sumber daya laut yang melimpah dan selama ini berperan sebagai salah satu pemasok ikan bagi sejumlah wilayah di Kalimantan. Namun, potensi tersebut belum diimbangi dengan sistem distribusi yang memadai.
“Kalau TPI diperkuat, distribusi ikan bisa lebih tertata, harga menjadi lebih stabil, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan,” ujar Gideon. Selasa,(05/5/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan TPI tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga berperan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan serta menciptakan sistem perdagangan yang lebih transparan.
Lebih lanjut, Gideon mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan sarana dan prasarana perikanan di sejumlah titik strategis. Hal itu dinilai penting agar aktivitas nelayan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Ini merupakan peluang besar bagi daerah. Tinggal bagaimana pengelolaannya dilakukan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata dia.
Dengan penguatan infrastruktur dan sistem pendukung yang memadai, sektor perikanan Berau diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah sekaligus meningkatkan taraf hidup para nelayan. (ADV/DPRD BERAU)

