Portalsembilan.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) meluruskan polemik anggaran laundry Rp450 juta per tahun serta renovasi kompleks Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur senilai Rp25 miliar yang menjadi sorotan publik.
Dalam jumpa pers di Diskominfo Kaltim, Selasa (5/5/2026), Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim Astri Intan Nirwany menegaskan, anggaran laundry tidak hanya untuk pakaian kepala daerah, melainkan mencakup kebutuhan kebersihan enam fasilitas resmi, yakni rujab, VIP Room, Pendopo Lamin Etam, Gedung Olah Bebaya, Musala Lamin Etam, dan Guest House Lamin Etam.
“Termasuk karpet, gorden, sprei, bed cover hingga perlengkapan ibadah. Ini untuk menunjang operasional kegiatan yang kini terpusat di fasilitas pemprov,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan laundry dipicu tingginya intensitas kegiatan sejak kebijakan efisiensi, yang mengalihkan agenda dari hotel ke gedung pemerintah. Hingga Mei 2026, realisasi anggaran telah mendekati 50 persen.
Astri juga menegaskan, belanja laundry berbeda dengan pemeliharaan.
“Kalau diperbaiki itu pemeliharaan, kalau dicuci itu jasa laundry,” katanya.
Terkait renovasi Rp25 miliar, ia menegaskan angka tersebut merupakan akumulasi sekitar 55 paket pekerjaan di kawasan rujab, bukan untuk satu bangunan. Dari total itu, hanya sekitar Rp3,49 miliar dialokasikan khusus untuk rumah jabatan gubernur, sementara sisanya untuk perbaikan fasilitas pendukung.
“Ini untuk kesiapan layanan pemerintahan, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menambahkan, angka dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) bersifat rencana, termasuk pengadaan kursi pijat Rp125 juta untuk dua unit dengan harga riil sekitar Rp47 juta per unit.
Pemprov memastikan seluruh proses penganggaran telah melalui mekanisme dan pengawasan Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Semua sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Astri.
(Yeni Adhayanti)

