Portalsembilan.com, BERAU— Potensi wisata pesisir di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dinilai menghadapi ancaman serius akibat persoalan sampah yang belum tertangani secara optimal. Kondisi tersebut mendorong DPRD Berau meminta pemerintah daerah segera membangun tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah pesisir.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengatakan persoalan sampah di sejumlah kawasan pesisir, seperti Kecamatan Bidukbiduk dan Talisayan, semakin mendesak untuk ditangani.
Menurut dia, keterbatasan fasilitas pengelolaan membuat sampah yang telah dikumpulkan warga belum dapat diproses secara maksimal.
“Warga sebenarnya sudah berupaya mengumpulkan sampah, tetapi pengelolaan akhirnya belum tersedia. Ini yang harus segera dicarikan solusi,” kata Sutami, Kamis (28/5/2026).
Ia menilai persoalan sampah tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan daya tarik destinasi wisata yang menjadi andalan Kabupaten Berau.
Kawasan pesisir, kata dia, merupakan etalase pariwisata daerah yang semestinya memperoleh perhatian lebih dalam pengelolaan lingkungan.
Menurut Sutami, sektor pariwisata dan kebersihan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Penumpukan sampah, lanjut dia, dapat mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata pesisir.
“Jika sampah menumpuk, tentu akan memengaruhi kenyamanan wisatawan yang datang,” ujarnya.
Selain persoalan fasilitas, jauhnya jarak kawasan pesisir menuju TPA induk di Tanjung Redeb juga menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengangkutan sampah dinilai kurang efektif dan membutuhkan biaya operasional lebih besar.
Karena itu, DPRD Berau mendorong pemerintah daerah segera menyiapkan lahan dan merealisasikan pembangunan TPA di kawasan pesisir. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan sampah sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
Di sisi lain, Sutami juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Menurut dia, pengelolaan sampah yang baik perlu didukung kesadaran masyarakat agar persoalan lingkungan dapat ditangani secara menyeluruh. (ADV/DPRD BERAU)

