Portalsembilan.com, BERAU — Potensi ekonomi dari limbah kelapa sawit di Kabupaten Berau dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat kampung. Padahal, limbah seperti cangkang sawit memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan berpeluang menjadi sumber pendapatan baru bagi Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, mendorong agar BUMK diberi ruang lebih besar dalam pengelolaan limbah hasil perkebunan sawit.
Menurut dia, selama ini pemanfaatan limbah bernilai ekonomis masih banyak dikuasai pihak luar, sehingga manfaatnya belum dirasakan maksimal oleh masyarakat lokal.
“Cangkang sawit memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kenapa harus pihak luar yang menikmati? BUMK perlu diberi ruang yang lebih besar untuk mengelolanya,” kata Rudi, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, cangkang sawit saat ini memiliki permintaan pasar yang cukup menjanjikan, terutama untuk kebutuhan energi biomassa yang semakin berkembang sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan.
Menurut Rudi, apabila dikelola secara baik melalui kelembagaan kampung, limbah sawit dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Kampung (PAK) yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kalau pengelolaannya melalui kelembagaan kampung, manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih banyak warga. Kampung juga tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah,” ujarnya.
DPRD Berau, kata dia, saat ini juga mendorong optimalisasi regulasi perkebunan berkelanjutan agar perusahaan sawit dapat membangun kemitraan lebih luas dengan BUMK, khususnya dalam pemanfaatan limbah produksi.
Namun demikian, Rudi mengakui implementasi gagasan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai tata kelola limbah sawit yang memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, koperasi, hingga pendamping masyarakat guna memastikan program berjalan efektif.
“Perlu ada pendampingan dan kolaborasi agar masyarakat kampung memahami cara pengelolaan yang baik, sehingga potensi ini benar-benar memberi manfaat ekonomi,” tuturnya.
Dengan pengelolaan yang tepat, limbah sawit yang selama ini dipandang sebagai hasil sampingan dinilai dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di kampung-kampung Berau. (ADV/DPRD BERAU)

