Portalsembilan.com, BERAU — Sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Berau dinilai belum berfungsi maksimal sebagai ruang publik. Meski telah dilengkapi berbagai fasilitas, sejumlah lokasi justru tampak sepi dari aktivitas masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menilai persoalan utama tidak terletak pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada pengelolaan yang belum optimal.
Menurut dia, pemerintah daerah sejauh ini telah menunjukkan komitmen melalui pembangunan taman dan ruang terbuka. Namun, tanpa konsep pemanfaatan yang jelas, keberadaan RTH cenderung tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
“Anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit. Sayang kalau tidak dirawat dan tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Sakirman. (Senin,04/5/2026).
Ia menekankan pentingnya perencanaan yang lebih matang agar RTH tidak sekadar menjadi proyek fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai ruang interaksi sosial.
Sakirman juga mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk menghidupkan ruang terbuka tersebut. Ia menyebut pelaku UMKM, komunitas olahraga, hingga kelompok seni dan edukasi dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan di RTH.
“Kalau ada kegiatan, pasti masyarakat datang. RTH itu harus jadi tempat berkumpul, berinteraksi, dan beraktivitas,” katanya.
Dengan pengelolaan yang tepat, RTH diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat yang aktif dan berkelanjutan. (ADV/DPRD BERAU)

