Foto: Prokopim Mahulu
SAMARINDA, Portalsembilan – Upaya mematangkan pengawasan proyek dan program daerah terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu).
Melalui Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Sekretariat Daerah, mereka menggelar kegiatan Pendampingan E-Pengendalian SMPeQ Mahulu Tahun 2026.
Agenda strategis ini dilaksanakan di Hotel Puri Senyiur Samarinda pada Rabu (01/07/2026).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu, Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah, para camat, hingga kepala fasilitas layanan kesehatan se-Kabupaten Mahulu, dengan menghadirkan narasumber Baskoro Guntur Angkoso, S.Kom beserta tim dari Borneo Intecena Teknologi.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan oleh Sekda, ditegaskan bahwa kesuksesan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari sekadar habisnya serapan anggaran atau banyaknya proyek fisik yang selesai. Nilai utamanya terletak pada asas manfaat bagi publik.
“Pembangunan harus memberikan dampak yang jelas dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengendalian, harus dilaksanakan secara optimal,” tegasnya.
Bupati menilai fungsi pengendalian pembangunan merupakan elemen kunci agar semua program tetap berjalan di koridor kebijakan daerah. Dengan hadirnya sistem digital E-Pengendalian SMPeQ, pemantauan capaian kinerja kini bisa dilakukan dengan jauh lebih akurat, cepat, dan terukur.
Lebih lanjut, Stephanus Madang menggarisbawahi bahwa tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel adalah pilar penting demi mewujudkan visi “Mahulu Melaju: Maju, Merata, dan Berkelanjutan.”
Untuk merealisasikan hal itu, setiap kebijakan yang diambil wajib berpijak pada data lapangan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Data yang akurat adalah fondasi utama dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah harus memastikan laporan yang disampaikan benar, tepat waktu, dan mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa membangun budaya tertib pengawasan bukan hanya tugas hilir dari satu instansi saja, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sinergi yang kuat adalah kunci agar pembangunan tidak salah sasaran.
Melalui pendampingan teknis ini, para peserta diharapkan bisa menyamakan frekuensi, meningkatkan kompetensi digital, serta mempererat kerja sama lintas sektor dalam mengawal pembangunan daerah.
“Jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas pengendalian pembangunan di Mahakam Ulu. Implementasikan hasil pendampingan ini dalam tugas sehari-hari agar setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” pesannya.
Menutup pembacaan sambutan, Sekda secara resmi membuka jalannya pelatihan. Pemkab Mahulu berharap, penguatan sistem digital SMPeQ ini mampu memacu akselerasi pembangunan daerah yang jauh lebih bermutu dan akuntabel. (ADV/Mahakam Ulu)

