Portalsembilan.com, BERAU,— Potensi produk unggulan dari berbagai kampung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dinilai masih belum berkembang secara optimal. Lemahnya promosi dan strategi pemasaran disebut menjadi salah satu kendala utama yang membuat produk lokal sulit menembus pasar yang lebih luas.
Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, mengatakan banyak produk lokal sebenarnya memiliki kualitas dan ciri khas yang mampu bersaing. Namun, keterbatasan dalam pemasaran membuat produk tersebut belum dikenal secara luas.
“Produk kita sebenarnya punya kualitas dan keunikan, tapi tidak didukung dengan pemasaran yang kuat. Akhirnya sulit berkembang,” kata Abdul Waris, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, hampir setiap kampung di Berau memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda. Mulai dari hasil perikanan, pertanian, kerajinan tangan, hingga produk olahan masyarakat dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup besar apabila dikelola dengan baik.
Ia mencontohkan sejumlah produk seperti kerajinan rotan, kain tenun, hingga pangan lokal yang dinilai memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di pasar regional maupun nasional.
Namun, potensi tersebut sejauh ini belum tergarap maksimal karena belum adanya strategi pemasaran yang terintegrasi.
“Tapi potensi tersebut belum tergarap maksimal karena tidak ada strategi pemasaran,” ujarnya.
Abdul Waris mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk lebih aktif membangun pola pemasaran terpadu agar produk-produk kampung tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut dia, dukungan pemerintah tidak cukup hanya pada sisi produksi, melainkan juga harus mencakup penguatan branding, pendampingan pelaku usaha, hingga pembukaan akses distribusi dan pemasaran.
Ia menilai langkah tersebut penting agar produk lokal memiliki daya saing sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat kampung.
“Tidak cukup hanya produksi, tapi bagaimana produk itu bisa dikenal dan dibeli secara luas,” kata Abdul Waris. (ADV/DPRD BERAU)

