Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Sebuah perahu ces yang digunakan untuk mengantar pekerja mengalami kecelakaan setelah ditabrak kapal LCT yang sedang melaju di sungai wilayah Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, sekitar pukul 04.00 WIB pada Selasa pagi ini. Peristiwa tersebut menyebabkan salah satu orang yang berada di dalam perahu, yaitu Arani (58), pemilik sekaligus pengemudi perahu, hingga pukul 10.30 WIB belum ditemukan, sementara penumpangnya Ilan (21) berhasil selamat dan telah kembali ke pihak keluarga.
Kronologi kejadian yang diperoleh dari laporan keluarga korban dan petugas Damkarmatan menyatakan bahwa Arani dan Ilan seorang karyawan perusahaan PT. BSS yang biasa diantar-jemput oleh Arani sedang menyebrang sungai untuk mengantar Ilan ke tempat kerja. Sesampainya di tengah sungai, tiba-tiba sebuah kapal LCT yang sedang melaju dengan kecepatan cukup tinggi datang dari arah yang tidak terduga dan menabrak bagian sisi perahu ces mereka.
“Kakak kami Arani sudah biasa menjemput dan mengantar pekerja dengan perahu cesnya. Kali ini pas lagi nyebrang, tiba-tiba ada kapal besar yang datang cepat dan menabraknya. Ilan bisa menyelamatkan diri, tapi kakak kami sampai sekarang belum ditemukan. Dua jam lalu HP-nya masih aktif, tapi sekarang sudah tidak bisa dihubungi lagi. Kami berharap dia masih bisa bertahan hidup, mungkin sedang berada di dahan pohon atau daerah tinggi di pinggir sungai,” ujar salah satu anggota keluarga korban yang tidak ingin disebutkan namanya saat menghubungi Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun.
Tak lama kemudian, Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, segera memberikan instruksi untuk membentuk tim rescue guna mendukung upaya pencarian korban yang hilang.
“Kami langsung merespon laporan ini dengan segera. Tim kami telah melakukan persiapan maksimal, mulai dari personil, sarana prasarana, hingga logistik yang diperlukan di lapangan. Semua langkah yang kami lakukan akan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tetap mengutamakan keselamatan diri personel dalam pelaksanaan tugas,” jelas Abdi Ratama yang juga turun langsung ke lokasi kejadian untuk memimpin tim rescue.
Tim rescue yang berangkat dari Pos Damkarmatan Kota Bangun terdiri dari empat personel yang berpengalaman dalam operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah perairan, yaitu Abdi Ratama (Kapos Regu 3), Abdullah (Regu 1), Zainal Muttaqin (Regu 2), dan M. Andi Saparudin (Regu 3). Mereka menggunakan unit Armored Personnel Carrier (APC) untuk transportasi dan membawa perlengkapan utama berupa rubber boat yang dilengkapi mesin tempel, serta alat bantu pencarian lainnya seperti selang penyelaman dasar sungai dan alat komunikasi portabel.
Berdasarkan data pribadi yang tercatat, Arani adalah warga Desa Muara Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, lahir di Genting Tanah pada tanggal (20/4/1968), bekerja sebagai petani sekaligus pekebun, dan telah menikah. Sampai berita ini dibuat, upaya pencarian masih terus berlangsung dengan fokus pada area sekitar titik tabrakan, bagian hilir sungai, serta daerah-daerah rawa atau semak belukar di pinggir sungai yang berpotensi menjadi tempat korban bertahan.
Pos Damkarmatan Kota Bangun juga telah berkoordinasi dengan pihak Basarnas dan kepolisian untuk mendapatkan dukungan tambahan jika diperlukan. Selain itu, pihak dinas kesehatan juga telah siap memberikan bantuan medis segera jika korban ditemukan. Semua langkah yang diambil oleh tim Damkarmatan selalu mengutamakan keselamatan diri personel dan kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan, sehingga operasi pencarian dapat berjalan dengan aman dan efektif.
Komitmen yang tinggi dari Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun dalam menanggapi kejadian darurat seperti ini menjadi bukti bahwa mereka selalu siap melayani masyarakat Kukar kapan pun dan di mana pun diperlukan. Dengan profesionalisme, kerja sama yang baik, dan tekad yang kuat, tim Damkarmatan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan Arani dengan selamat dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Sampai berita ini diterbitkan, upaya pencarian masih terus berlangsung, dengan harapan bahwa korban dapat segera ditemukan dalam kondisi yang baik.
(Yeni Adhayanti)

