Portalsembilan.com, Bontang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam mengejar target 100 persen rasio elektrifikasi di Kota Taman. Upaya tersebut ditandai dengan progres signifikan melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Hingga akhir Mei 2026, tercatat sebanyak 987 sambungan rumah (SR) telah masuk dalam daftar pengajuan program BPBL. Program ini menyasar warga yang selama ini belum memiliki akses listrik mandiri di rumah mereka.
Pendataan calon penerima manfaat terus dimaksimalkan oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Sekretariat Kota Bontang dengan menggandeng pihak kelurahan di seluruh wilayah kota.
Kepala Bagian PSDA Sekretariat Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pendataan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur terkait permintaan data program BPBL.
“Sudah ada 987 warga yang terdata mengajukan sambungan listrik gratis. Kami terus mengejar target 100 persen rasio elektrifikasi di Kota Bontang,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, pihak kelurahan diminta aktif menyisir wilayah masing-masing guna memastikan masih ada atau tidaknya warga yang rumahnya belum terpasang instalasi listrik. Data tersebut nantinya menjadi dasar pengusulan bantuan sambungan listrik gratis.
Program BPBL sendiri dijalankan melalui kolaborasi pendanaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar intervensi bantuan dapat tepat sasaran.
Sebelumnya, sebanyak 553 sambungan listrik gratis telah terealisasi melalui bantuan Dinas ESDM Provinsi Kaltim yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Untuk program yang saat ini juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim menggunakan dana APBN,” ungkap Moch Arif Rochman.
Setiap penerima manfaat nantinya akan memperoleh sambungan listrik gratis dengan kapasitas daya sebesar 900 watt. Penyaluran bantuan tersebut akan tersebar merata di tiga kecamatan dan 15 kelurahan se-Kota Bontang.
Program BPBL diharapkan tidak hanya meningkatkan rasio elektrifikasi daerah, tetapi juga membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu sekaligus menghadirkan akses energi yang layak bagi warga.
Masyarakat yang ingin mendaftar program tersebut dapat langsung mendatangi kantor kelurahan atau melalui Ketua RT setempat dengan melengkapi sejumlah persyaratan administrasi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta alamat rumah lengkap.
Dengan percepatan program ini, Pemprov Kaltim dan Pemkot Bontang optimistis seluruh masyarakat di Kota Taman dapat menikmati akses listrik yang merata dan berkelanjutan.
(Yeni A.Y)

