Bupati Mahulu Angela Idang Belawan.
SAMARINDA, Portalsembilan – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, memberikan teguran keras dan pengarahan menohok kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mahulu. Bupati meminta para pimpinan instansi untuk tidak membebankan urusan data daerah sepenuhnya kepada staf operator tanpa adanya pendampingan, arahan, dan pengawasan langsung.
Pesan tegas tersebut disampaikan Bupati Angela didampingi Sekda Mahulu Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., saat membuka kegiatan Peningkatan Kualitas Satu Data Indonesia dan Data Geospasial Kabupaten Mahulu di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Selasa (04/08/2026).
Di hadapan para Kepala OPD dan jajaran pengelola data, Bupati menyoroti kebiasaan buruk di mana pimpinan melepas tanggung jawab penginputan data begitu saja. Kondisi ini dinilai berisiko fatal terhadap keakuratan kebijakan publik, terutama ketika terjadi mutasi pegawai tanpa proses serah terima kerja yang jelas.
“Saya meminta seluruh kepala perangkat daerah agar tidak melepas tanggung jawab kepada operator. Dampingi dan awasi setiap proses penginputan data, karena ada keputusan yang hanya dapat diambil oleh pimpinan OPD. Kualitas data dan pekerjaan di setiap OPD sangat bergantung pada pengawasan yang baik, dan pada akhirnya akan berdampak langsung kepada pelayanan masyarakat,” tegas Bupati Angela.
Bupati menambahkan bahwa pimpinan OPD dan para Kepala Bidang (Kabid) wajib memahami substansi data geospasial dan statistik teknis di unit kerjanya masing-masing agar keputusan yang diambil tidak melenceng dari kondisi riil di lapangan.
“Saya minta kepala perangkat daerah dan kepala bidang benar-benar memahami pekerjaan operator. Jangan sampai operator bekerja sendiri tanpa arahan. Ketika terjadi mutasi, tidak ada serah terima yang jelas, sehingga pekerjaan terputus dan berdampak pada kualitas data. Ini tidak boleh terus terjadi,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Mahulu, Markus Wan, S.Sos., M.Si., menyatakan komitmennya untuk mengawal instruksi Bupati melalui penguatan peran Walidata dan penerapan sistem tata kelola data yang terpadu.
“Data kini menjadi aset strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber dari Bappeda Kaltim, Dinas PUPR Kaltim, dan Diskominfo Samarinda ini, kita ingin memastikan pimpinan hingga operator memiliki pemahaman yang sejajar dalam mengelola Geoportal Mahulu,” ungkap Markus Wan.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Agustus 2026 ini diikuti oleh seluruh pimpinan OPD, Kepala Subbagian Umum/TU, serta operator data sebagai ajang penyusunan rencana aksi pengelolaan data geospasial di setiap instansi. (ADV/Mahakam Ulu)

