Pemkab Mahulu menggelar bimbingan teknis Peningkatan Kualitas Satu Data Indonesia dan Data Geospasial di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, 4–5 Agustus 2026.
SAMARINDA, Portalsembilan – Karakteristik wilayah Kabupaten Mahakam Ulu yang sangat luas dengan medan geografis menantang menuntut hadirnya perencanaan pembangunan berbasis data spasial yang presisi. Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Mahulu menggelar bimbingan teknis Peningkatan Kualitas Satu Data Indonesia dan Data Geospasial di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, 4–5 Agustus 2026.
Forum yang digagas Diskominfostandi Mahulu ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dan Sekda Mahulu Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., guna menyelaraskan peta geospasial daerah dengan portal nasional.
Dalam arahannya, Bupati Angela menegaskan bahwa ketersediaan data geospasial yang mutakhir dan akurat menjadi instrumen vital dalam merencanakan tata ruang, mitigasi bencana alam, hingga percepatan pembukaan isolasi wilayah di perbatasan.
“Implementasi Satu Data Indonesia dan penguatan data geospasial bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis, mengingat karakteristik wilayah Mahakam Ulu yang luas dan menantang. Ketersediaan data spasial yang valid menjadi sangat krusial, baik untuk perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, maupun percepatan pembangunan infrastruktur,” ujar Bupati Angela.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Bupati memaparkan lima arahan strategis, di antaranya peningkatan kapasitas SDM penguasai Sistem Informasi Geografis (SIG), penguatan interoperabilitas antar-OPD, serta pengintegrasian seluruh peta wilayah ke dalam Geoportal Kabupaten Mahakam Ulu.
“Seluruh data geospasial harus terintegrasi dalam portal Satu Data Kabupaten Mahakam Ulu sebagai basis pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy). Kegiatan ini tidak boleh berhenti pada tataran seremonial, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret berupa rencana aksi,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Diskominfostandi Mahulu, Markus Wan, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara Walidata, Produsen Data, dan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah agar tidak terjadi duplikasi data.
“Tujuan utama kita adalah mengeliminasi tumpang tindih data antar-sektor. Dengan Geoportal Mahulu yang terintegrasi, pemda memiliki rujukan data tunggal yang valid untuk mendorong pembangunan daerah yang maju, merata, dan berkelanjutan,” pukas Markus Wan.
Pelatihan dua hari tersebut menghadirkan narasumber ahli dari Bappeda Provinsi Kaltim (Duma Mangalle, S.E.), Dinas PUPR-Pera Kaltim (Hari Suherman, S.Kom.), serta Diskominfo Kota Samarinda (Ronny Triaka, S.Tr.Kom.). (ADV/Mahakam Ulu)

