Pemkab Mahulu Gelar Laporan Akhir Pengadaan Lahan di Samarinda.
SAMARINDA, Portalsembilan – Langkah Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) untuk menyulap kawasan Batoq Tenevang menjadi pusat pariwisata unggulan kian mendekati kenyataan. Mewakili Bupati Angela Idang Belawan, Asisten Bidang Administrasi Umum (Asisten III) Setkab Mahulu, Kristina Tening, S.H., M.Si., membuka kegiatan Presentasi Laporan Akhir Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Tahap II Sentra Pariwisata Batoq Tenevang Tahun 2026 di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (23/07/2026).
Agenda strategis yang diprakarsai Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Mahulu ini menjadi wadah penyelarasan antara pemerintah daerah, legislatif, dan akademisi. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua I DPRD Mahulu Nor Lili Bulan, Anggota Komisi II DPRD, Tim TP3D, serta Ketua Tim Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, S.T., M.MT., Ph.D., IPU.
Dalam amanat Bupati yang dibacakan Asisten III, ditekankan bahwa penataan kawasan Batoq Tenevang bukan hanya proyek infrastruktur biasa, melainkan strategi besar daerah untuk menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal.
Untuk memastikan pengerjaan berjalan tanpa hambatan, Pemkab Mahulu mewajibkan seluruh proses pembebasan tanah berdiri di atas landasan hukum yang kuat serta memenuhi prinsip clean and clear.
Setiap tahapan pengadaan tanah dipastikan tunduk pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
“Pemerintah menegaskan agar setiap proses dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Komunikasi yang humanis dengan warga terdampak serta validitas data ganti rugi harus dijaga secara transparan dan akuntabel,” ujar Kristina Tening.
Selain kepastian hukum, Pemkab Mahulu menginstruksikan Disparpora agar memiliki proyeksi komersial yang matang. Hal ini penting karena Sentra Pariwisata Batoq Tenevang ditargetkan menjadi salah satu tumpuan baru penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penutupan penyusunan dokumen perencanaan ini diakhiri dengan penyerahan apresiasi dari Pemkab Mahulu kepada tim ahli LPKU ITN Malang dan seluruh instansi yang telah mengawal penyusunan dokumen teknis tersebut hingga tuntas. (ADV/Mahakam Ulu)

