
Portalsembilan.com, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menorehkan capaian penting dalam pengembangan industri hulu migas nasional. Perusahaan berhasil mengalirkan produksi dari Platform WPN-6 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 di Lapangan Lepas Pantai Sisi Nubi, Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.
Keberhasilan tersebut menjadikan WPN-6 sebagai platform keempat yang resmi beroperasi dari total enam platform yang dikembangkan dalam proyek SNB AOI 1-3-5. Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi PHM dalam menjaga keberlanjutan produksi migas dari salah satu wilayah kerja strategis nasional.
Onstream WPN-6 diawali dengan beroperasinya sumur NB-601 pada 5 Juni 2026 yang menghasilkan gas sebesar 6 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Tiga hari kemudian, sumur NB-603 mulai berproduksi dengan capaian 8 MMSCFD.
Seiring proses optimalisasi dan stabilisasi sumur maupun fasilitas produksi, kedua sumur tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan gas hingga 20 MMSCFD. Tambahan produksi ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Wilayah Kerja Mahakam dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan milestone penting dalam pengembangan Lapangan Sisi Nubi sekaligus bagian dari strategi perusahaan mempertahankan tingkat produksi migas nasional.
“Pencapaian pada proyek ini sangat penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas dari wilayah Kalimantan, khususnya WK Mahakam, guna mendukung Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” ujarnya.
Menurut Setyo, keberhasilan WPN-6 melanjutkan pencapaian tiga platform sebelumnya yang telah lebih dahulu beroperasi, yakni WPS-4 pada Desember 2025, WPS-5 pada Februari 2026, dan WPN-7 pada Maret 2026. Rangkaian keberhasilan tersebut menunjukkan pengembangan lapangan berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasi.
Ia menegaskan, PHM bersama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus berkomitmen menjalankan investasi dan operasional hulu migas yang selamat, andal, patuh terhadap regulasi, serta mampu memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.
“Keberhasilan onstream ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi nasional terdepan yang mendukung keberlanjutan produksi migas demi ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” katanya.
Dalam pengembangan proyek tersebut, PHM juga mengandalkan penerapan inovasi dan teknologi guna menjaga produktivitas lapangan. Langkah ini dinilai penting untuk menahan laju penurunan produksi alamiah yang lazim terjadi pada lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature field).
Keberhasilan onstream WPN-6 turut didukung kesiapan seluruh tim proyek dalam menyelesaikan berbagai tahapan pengujian kritis, mulai dari Emergency Shutdown (ESD) Test untuk memastikan sistem keselamatan berfungsi optimal, kegiatan clean up sumur, hingga leak test menggunakan nitrogen guna memastikan fasilitas bebas kebocoran sebelum produksi dimulai.
“Kolaborasi lintas tim serta dukungan seluruh pemangku kepentingan internal dan eksternal perusahaan menjadi kunci keberhasilan dalam pencapaian proyek ini,” ujar Setyo.
Sebagai operator Wilayah Kerja Mahakam, PHM terus menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui berbagai inovasi dan penerapan teknologi, perusahaan berupaya menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus memperkuat peran Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penopang utama ketahanan energi Indonesia.
(Yeni A.Y)

