Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Di sela kegiatannya Minggu (24/5/2026), Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri membeberkan hasil audiensi bersama Wakil Menteri Kesehatan terkait penguatan layanan kesehatan di Kukar.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni pengembangan layanan radioterapi di Rumah Sakit AM Parikesit. Menurut Aulia, keberadaan layanan tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean pasien radioterapi yang saat ini mencapai sekitar tiga bulan di rumah sakit provinsi.
“Kehadiran radioterapi di Kukar diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu pasien, khususnya bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan kanker,” ujarnya.
Aulia menyebut Rumah Sakit AM Parikesit menjadi satu-satunya rumah sakit tingkat kabupaten yang memiliki layanan radioterapi. Keberadaannya diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Kutai Kartanegara.
Selain radioterapi, Pemkab Kukar juga memperoleh dukungan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) terintegrasi yang direncanakan mulai dibangun pada 2027. Pemerintah daerah menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan fisik dan peralatan akan didukung pemerintah pusat.
Tak hanya itu, persoalan kekurangan dokter juga menjadi pembahasan. Saat ini dua puskesmas di Kukar, yakni Tabang dan Muara Uwis, masih belum memiliki dokter. Pemkab pun menyiapkan langkah percepatan perekrutan tenaga medis.
Aulia menambahkan pemerintah pusat juga mendukung penguatan Rumah Sakit AM Parikesit sebagai rumah sakit rujukan regional, termasuk pemenuhan dokter subspesialis dan fasilitas kesehatan pendukung.
“Kami ingin seluruh persoalan kesehatan masyarakat Kukar bisa ditangani di daerah sendiri, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin cepat dan berkualitas,” tegasnya.
Program berobat gratis cukup menggunakan KTP, lanjut Aulia, akan terus disinergikan dengan peningkatan mutu pelayanan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat layanan kesehatan yang optimal.
(Yeni A.Y)

