Portalsembilan.com, Samarinda – Program seragam gratis melalui Gratispol yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai dirasakan manfaatnya oleh ribuan siswa baru SMA, SMK, dan SLB di berbagai daerah. Tak hanya meringankan beban biaya pendidikan, kualitas perlengkapan yang dibagikan juga menuai respons positif dari para penerima.
Program dengan alokasi anggaran Rp65 miliar dari APBD Kaltim 2025 itu menyasar sekitar 65 ribu siswa kelas X melalui bantuan perlengkapan sekolah lengkap, mulai seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan penunjang lainnya.
Sejumlah siswa mengaku bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan sekolah, terutama saat tahun ajaran baru yang biasanya membutuhkan biaya cukup besar.
Siswi SMAN 16 Samarinda, Maliqa Nuur Shafa Sufiana, mengaku kualitas seragam yang diterima terasa nyaman dipakai untuk aktivitas belajar sehari-hari.
“Bajunya lebih adem dipakai dibanding yang saya punya,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Meski sempat mengalami kendala seragam yang tertukar model, persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme penukaran yang difasilitasi sekolah.
Hal serupa dialami sejumlah siswa lain terkait ukuran sepatu maupun perlengkapan yang kurang sesuai. Namun secara umum, bantuan dinilai tetap sangat bermanfaat karena hampir seluruh perlengkapan digunakan sehari-hari.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target. Jumlah pengembalian barang disebut sangat kecil dibanding total paket yang dibagikan.
Dari sekitar 60 ribu paket yang disalurkan, jumlah retur tercatat tidak sampai 100 paket dan seluruhnya telah ditangani melalui layanan purna jual selama tiga bulan.
Pemerintah juga menegaskan kualitas produk menjadi prioritas utama. Seluruh bahan seragam, tas, dan sepatu disebut telah melalui pengujian laboratorium agar sesuai kebutuhan aktivitas siswa.
Meski masih terdapat kendala minor dilapangan, program Gratispol dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi siswa sekaligus mengurangi beban pengeluaran orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.
(Yeni Adhayanti)

