Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Kelurahan Maluhu berlangsung meriah di Jalan Bontang RT 05, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Jumat (15/5/2026). Mengusung tema “Maluhu Bersatu untuk Maluhu Maju”, kegiatan tersebut tak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan warga dan mendorong kemajuan daerah.
Lurah Maluhu, Hairul Bachir, S.I.P., mengaku memiliki kesan tersendiri karena baru sekitar dua pekan menjabat dan langsung disambut agenda besar masyarakat.
“Ini sebuah kehormatan bagi saya. Baru dua minggu dilantik, saya langsung bersama masyarakat menyukseskan kegiatan besar tahunan seperti ini,” ujarnya.
Hairul mengatakan, HUT Maluhu merupakan bentuk penghormatan kepada para sesepuh sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas pembangunan yang terus berjalan. Selain HUT Maluhu, wilayah tersebut juga memiliki agenda rutin lain seperti Festival Ramadan dan Sedekah Bumi yang digelar setiap akhir tahun.
Ia menilai semangat gotong royong masyarakat masih menjadi kekuatan utama Maluhu, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mempertahankan kebersamaan warga.
Di sisi lain, sektor pertanian masih menjadi potensi unggulan yang akan terus didorong. Menurutnya, Maluhu dikenal sebagai kawasan pertanian sawah dan sentra sayuran yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
Sementara itu, Camat Tenggarong, Drs. Syukur Eko Budi Santoso, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.
UMKM ramai, pengunjung juga banyak. Ini menjadi efek berganda yang ikut menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Syukur menilai kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi lurah baru untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Ia berharap Maluhu terus mempertahankan suasana yang damai, dan penuh toleransi.
Menurutnya, Maluhu selama ini dikenal sebagai kawasan dengan budaya Jawa yang cukup kuat di Tenggarong. Ke depan, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi wisata etnik dan wisata budaya.
“Kalau ingin suasana Jawa di Kutai Kartanegara, datang saja ke Maluhu,” tutupnya.
( Yeni Adhayanti)

