Screenshot
Portalsembilan.com, Tenggarong seberang – Di sela puncak perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Desa Kertabuana, Jumat (3/4/2026), Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., menyoroti sejumlah isu strategis daerah, mulai dari penataan pasar tumpah hingga potensi pengurangan tenaga kerja di sektor tambang.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah akan menertibkan keberadaan pasar tumpah yang dinilai semakin menjamur, termasuk pedagang dari luar daerah.
“Kita akan coba rapikan pasar-pasar tumpah. Fakta di lapangan, banyak pedagang berasal dari luar Kutai Kartanegara yang berjualan di sini. Ini tentu akan kita tindak tegas,” ujarnya.
Namun demikian, ia memastikan kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi pedagang lokal, khususnya di kawasan Mangkurawang.
Di sektor ekonomi, Aulia juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi daerah relatif terkendali menjelang Idulfitri, didukung oleh perputaran ekonomi yang meningkat setelah pencairan anggaran dan pembayaran kepada rekanan.
“Alhamdulillah inflasi dan deflasi masih terkontrol. Perputaran ekonomi juga terbantu karena pembayaran kepada kontraktor dan belanja masyarakat menjelang lebaran,” jelasnya.
Terkait isu penundaan pencairan di Bank Kaltimtara, ia menegaskan bahwa dana telah disalurkan dan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, menanggapi sektor pertambangan, Bupati mengakui adanya potensi pengurangan tenaga kerja, namun menekankan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.
“Kami monitor ketat. Perusahaan juga berupaya memformulasikan agar PHK tidak terjadi secara masif,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah mendorong perusahaan memberikan pembekalan kepada karyawan terdampak agar tetap memiliki kemampuan bertahan di luar sektor tambang.
Menurutnya, pengurangan tenaga kerja tanpa kesiapan justru berisiko meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.
“Kita tidak ingin angka pengangguran terbuka dan kemiskinan di Kukar meningkat. Saat ini kemiskinan berada di kisaran enam persen, ini harus kita jaga,” tegasnya.
Bupati juga membuka ruang bagi masyarakat dan media untuk menyampaikan masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah.
“Kami tidak anti kritik. Apa pun yang terjadi di lapangan, sampaikan kepada kami untuk kita carikan solusi bersama,” tutupnya.
(Yeni Adhayanti)

