Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Indra Admaja, yang akrab disapa Ijonk, resmi mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum Cabang Olahraga (Cabor) Billiard Kabupaten Kutai Kartanegara untuk masa bakti 2026-2030. Pengumuman ini disampaikan di Tenggarong pada hari Kamis (15/01/2026), di mana calon yang juga menjabat sebagai Kasi Pengendalian Operasi Damkarmatan ini mengungkapkan bahwa telah mendapatkan dukungan dari 8 klub atau rumah billiard yang terdaftar, dari total sekitar 14 entitas yang memiliki hak suara dalam musyawarah pemilihan pengurus yang akan datang.
“Untuk sekarang saya sudah mendapat posisi 8 dukungan dari teman-teman klub atau rumah billiard yang terdaftar. Kami sudah memenuhi syarat dan telah mendaftar ke tim penjaringan untuk proses pemilihan yang akan dilaksanakan,” ujar Indra Admaja.
Salah satu klub yang memberikan dukungan penuh adalah Rumah Billiard No Mercy, yang diwakili oleh Fadrian. Menurut Fadrian, dukungan yang diberikan kepada Indra Admaja didasarkan pada keyakinan bahwa calon ini memiliki visi yang jelas untuk mengembangkan billiard di Kutai Kartanegara, terutama dalam hal penjaringan dan regenerasi atlet muda.
“Kami dari Rumah Billiard No mercy secara penuh memberi dukungan kepada Indra Admaja ( Ijonk) untuk maju sebagai calon Ketua Umum. Kami berharap beliau bisa lebih aktif untuk menanggungi semua rumah billiard maupun klub yang ada di Kutai Kartanegara, serta mempercepat proses regenerasi atlet yang selama ini terbilang lambat,” jelas Fadrian.
Ia menambahkan bahwa klub Mercy sendiri memiliki 13 anggota muda di bawah usia 25 tahun yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi di masa depan.
“Daerah lain seperti Samarinda, Balikpapan, atau Kutai Timur sudah memiliki atlet junior yang siap dan matang. Semoga dengan program kerja yang akan diusung oleh Indra Admaja, Kutai Kartanegara tidak ketinggalan dan bisa lebih maksimal dalam pengembangan atlet muda,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Indra Admaja juga menyampaikan bahwa visi yang akan diusungnya adalah menjadikan billiard Kutai Kartanegara sebagai pelopor dan unggulan di Kalimantan Timur, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merencanakan lima pilar utama pembangunan yang saling terkait dan mendukung satu sama lain.
Kelima pilar tersebut meliputi pengembangan infrastruktur, peningkatan prestasi atlet, pemberdayaan masyarakat, manajemen profesional, serta sinergi dengan berbagai stakeholder.
“Kita tidak akan mengabaikan kontribusi pengurus sebelumnya yang telah membawa prestasi gemilang, seperti pada acara BK Porprov kemarin yang menghasilkan 3 emas, 1 perak, dan 6 perunggu dengan total 10 medali. Bahkan pada ajang sebelumnya, kita berhasil meraih 4 emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Program-program yang sudah berjalan baik akan kita tingkatkan dan menyempurnakan,” jelasnya.
Indra Admaja juga menekankan bahwa program kerjanya tidak akan bersifat diskriminatif atau seolah-olah merendahkan kontribusi pengurus lama yang dipimpin oleh Sofian (yang akrab disapa Mayong).
“Kita hanya ingin mengembangkan billiard menjadi lebih baik lagi ke depannya. Perbedaan utama yang akan kami tawarkan adalah pada implementasi program kerja yang lebih terstruktur dan terukur,” ujarnya.
Salah satu fokus utama yang akan ditekankan adalah persiapan untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang. Sebelum memasuki PON, atlet-atlet billiard Kukar yang memiliki prestasi di tingkat provinsi akan melalui seleksi Pra-PON, dan mereka yang lolos akan mewakili Kalimantan Timur. Selain itu, rumah billiard dan klub yang belum mendapatkan rekomendasi resmi akan diberikan dukungan aktif dalam bentuk edukasi, pembinaan, dan bantuan untuk proses pendaftaran.
“Dalam masa bakti 2026-2030, kami juga akan mengusulkan penggunaan kelompok umur junior yang lebih jelas, sehingga atlet senior dan junior bisa berkembang sesuai dengan kapasitas masing-masing. Kita akan melakukan scouting bakat di seluruh 18 kecamatan di Kutai Kartanegara, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga SMA/SMK, untuk menemukan bibit atlet muda yang berbakat,” jelas Indra Admaja.
Latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi yang dimiliki oleh Indra Admaja juga menjadi modal utama dalam menjalankan tugasnya jika terpilih. Lahir di Tenggarong pada 16 Oktober 1984, ia menempuh pendidikan dari SDN 003 Tenggarong, SMPN 1 Tenggarong, SMAN 2 Tenggarong, hingga menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Kukar. Selain aktif di dunia olahraga, ia juga bekerja di salah satu instansi sebagai Kepala Seksi Pengendalian Operasi Damkarmatan. Ia memiliki rekam jejak organisasi yang kuat, di antaranya pernah menjadi anggota KONI periode 2015–2019, Pernah menjabat sebagai Sekretaris FKPPI HIPWI Kalimantan Timur, serta terlibat aktif dalam Gerakan Pramuka sebagai anggota Kwartir Cabang Pramuka Kutai Kartanegara. Di bidang prestasi pribadi, ia berhasil meraih Juara 1 Biliard ASN Eksekutif Bupati Cup Tahun 2025.
Saat ini, proses pencalonan masih berlangsung, dan Indra Admaja menyatakan bahwa akan segera mengumumkan visi dan misi secara lengkap beserta roadmap pengembangan yang terperinci. Ia juga menyampaikan bahwa akan menghargai proses pemilihan dan siap bekerja sama dengan siapapun yang terpilih sebagai pengurus baru, demi kemajuan olahraga billiard di Kutai Kartanegara.
Ke depan, diharapkan bahwa pencalonan Indra Admaja akan menjadi awal dari perubahan positif dalam dunia olahraga billiard di Kutai Kartanegara. Dengan visi yang jelas, program kerja yang komprehensif, dan dukungan dari berbagai pihak, kita bisa melihat billiard Kukar tumbuh menjadi cabor yang profesional, berprestasi, dan bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara.
(Yeni Adhayanti)

