Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Upaya pencarian terhadap korban tenggelam bernama Arani (58) dari Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, masih terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan hingga hari Rabu (14/01/2026). Kecelakaan ini terjadi pada Selasa (13/01/2026) sekitar pukul 04.00 WITA, ketika korban sedang mengantar Ilan (21), karyawan PT. BSS yang rutin menggunakan jasa anta jemputnya, untuk menyeberangi sungai, sebelum akhirnya bersenggolan dengan sebuah kapal LCT di tengah aliran sungai dan hilang tanpa jejak.
Laporan kejadian ini pertama kali diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara pada hari Selasa sore, yang kemudian segera menyiapkan tim untuk melakukan operasi pencarian. Di pimpin langsung oleh Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, tim yang terdiri dari Abdullah, Zainal Muttaqin, dan M. Andi Saparudin mulai melakukan penyisiran sungai sejak pukul 07.00 WITA pada hari Rabu pagi.
Dalam tahap pertama pencarian yang berlangsung hingga pukul 10.00 WITA, tim menggunakan mobil Amphibious Personnel Vehicle (APV) dan rubberboat yang dilengkapi dengan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) serta peralatan penyelamatan khusus. Mereka menyisir area lokasi kejadian dan sekitarnya dengan seksama, mengikuti arah aliran sungai yang diperkirakan dapat membawa korban ke bagian hilir. Namun, meskipun telah melakukan penyisiran dengan cermat di setiap titik potensial, hasil pencarian masih menunjukkan nihil.
Setelah melakukan evaluasi singkat dan menyiapkan strategi baru, tim kembali melanjutkan operasi pencarian mulai pukul 11.00 WITA hingga pukul 15.00 WITA. Kali ini, tim memperluas jangkauan pencarian ke area yang lebih luas, termasuk bagian sungai yang memiliki kedalaman bervariasi dan zona rawan genangan yang mungkin menjadi tempat korban terdampar. Abdi Ratama juga memastikan bahwa setiap anggota tim melakukan pemeriksaan terhadap setiap vegetasi di tepian sungai, batu besar, dan struktur lain yang berpotensi menjadi tempat korban bersarang. Namun, upaya ini juga belum memberikan hasil yang diharapkan.
Pada pukul 17.00 WITA, tim Damkarmatan Pos Sektor kota bangun yang dipimpin Abdi Ratama bergabung dengan berbagai pihak yang turut terlibat dalam operasi pencarian, antara lain Camat Kembang Janggut, petugas Polsek Kembang Janggut, Danramil Kembang Janggut, tim Basarnas Balikpapan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara, Polisi Air dan Udara (Polairud) Kukar, serta berbagai kelompok masyarakat yang dengan sukarela memberikan bantuan termasuk relawan lokal, tim rescue BSS dari Bayan, anggota Pramuka Peduli, keluarga korban, dan warga setempat yang mengetahui kondisi sungai dengan baik.
Setelah melakukan koordinasi bersama dan menganalisis data tentang arah aliran sungai serta kondisi cuaca, seluruh tim sepakat untuk memindahkan posko pencarian ke Pulau Lanting, yang berada di bagian hilir sungai dan dianggap sebagai area potensial berdasarkan perhitungan arus dan waktu yang telah berlalu sejak kejadian terjadi. Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, menegaskan bahwa tim akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban, dengan rencana melanjutkan operasi pencarian mulai pukul 07.00 WITA pada hari Kamis (15/01/2026) dengan dukungan peralatan tambahan dan perluasan area penyisiran.
“Kami tidak akan pernah berhenti mencari saudara kita yang hilang. Sampai saat ini, meskipun belum ada hasil, kami terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan strategi pencarian agar lebih efektif. Setiap anggota tim telah memberikan dedikasi penuh, dan dengan dukungan dari berbagai pihak serta masyarakat setempat, kami yakin bahwa upaya ini akan memberikan hasil yang diharapkan oleh keluarga korban,” ujar Abdi Ratama dengan penuh tekad.
Keluarga korban yang telah mengikuti setiap tahap pencarian mengungkapkan rasa harapan yang masih tetap menyala, meskipun telah berlalu lebih dari satu hari sejak kejadian terjadi. Mereka juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Damkarmatan kota bangun dan seluruh tim SAR yang telah bekerja tanpa kenal lelah untuk menemukan Arani.
(Yeni Adhayanti)

