H. Gasali, saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Labkesda, Senin (7/7/2025).

Portalsembilan.com, BALIKPAPAN – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Balikpapan kini mulai mendapat perhatian serius dari legislatif. Di balik ruang-ruang uji yang setiap hari bekerja memeriksa sampel darah, air, dan lingkungan, tersimpan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya — potensi untuk menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus tulang punggung layanan kesehatan publik yang lebih modern.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, H. Gasali, saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Labkesda, Senin (7/7/2025).
“Kami siap memperjuangkan dukungan anggaran dalam APBD mendatang agar mutu dan kapasitas Labkesda semakin meningkat,” ujarnya di Gedung DPRD Balikpapan.
Gasali, yang juga legislator dari Partai Golkar Dapil Balikpapan Timur, menilai bahwa laboratorium daerah memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai unit layanan teknis kesehatan, tetapi juga sebagai lembaga yang berpotensi memperkuat ekonomi daerah melalui jasa pengujian medis dan lingkungan.
Namun, di balik peluang itu, tantangan juga tak sedikit. Keterbatasan ruang, alat, dan tenaga menjadi hambatan utama yang harus segera diatasi.
“Ruang layanan dan alat uji perlu diperbarui. Kapasitas saat ini sudah tidak memadai untuk menampung kebutuhan pemeriksaan yang terus meningkat,” jelasnya.
Labkesda Balikpapan sejatinya telah berupaya memperluas jenis layanan yang tersedia — dari uji air bersih hingga pemeriksaan kesehatan masyarakat secara komprehensif. Upaya itu, menurut Gasali, harus diimbangi dengan dukungan anggaran dan kebijakan yang kuat.
“Laboratorium ini punya potensi besar menjadi sumber PAD kota, asal dikelola secara maksimal dan profesional,” tegasnya.
Komisi IV DPRD pun berencana melakukan pembahasan teknis bersama Dinas Kesehatan Kota (DKK) untuk memetakan kebutuhan prioritas dan potensi layanan unggulan yang bisa dikembangkan. Mulai dari modernisasi peralatan, perluasan ruangan, hingga peningkatan kualitas SDM.
Gasali menegaskan, dukungan terhadap Labkesda bukan hanya soal anggaran, tetapi juga komitmen menjaga mutu pelayanan publik.
“Kami tidak ingin Labkesda hanya punya potensi besar di atas kertas. Semua kebutuhan penunjangnya akan kami kawal agar benar-benar terwujud,” pungkasnya.
Dengan perhatian serius dari DPRD, harapan pun tumbuh: bahwa di masa depan, Labkesda Balikpapan bukan sekadar laboratorium pemeriksa, tetapi pusat layanan kesehatan unggulan dan sumber PAD yang berdaya saing tinggi. (ADV/DPRD Balikpapan)

