Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E.
UJOH BILANG, Portalsembilan – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) menguji ketahanan pangan masyarakat pedalaman lewat alokasi anggaran daerah lebih dari Rp 2 miliar sepanjang tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan saat pelepasan Tim Operasi Pasar Murah penyaluran tahap ketiga oleh Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E., mewakili Bupati Angela Idang Belawan di Alun-Alun Ujoh Bilang, Sabtu (08/08/2026).
Langkah intervensi harga pasar ini sengaja digelontorkan untuk memastikan warga di Kecamatan Long Apari tetap mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau meskipun menghadapi kendala distribusi navigasi sungai.
Membacakan pesan Bupati Angela Idang Belawan, Wabup Suhuk menyampaikan bahwa Pemkab Mahulu tidak ingin warga perbatasan menanggung beban lonjakan harga akibat isolasi geografis saat musim kemarau.
“Kesejahteraan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap kebijakan Pemkab Mahulu. Kita terus berupaya memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Semangat pengabdian itulah yang melandasi pelaksanaan Operasi Pasar Murah hari ini,” tegas Wabup Suhuk.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Ekosda) Setkab Mahulu, Lung, S.H., menambahkan bahwa masyarakat dapat membeli paket beras, gula, dan minyak goreng tanpa syarat KTP, namun diimbau untuk menjaga pemerataan pembelian.
“Penyaluran ini merupakan tahap ketiga sepanjang 2026 dengan anggaran lebih dari Rp 2 miliar. Pemkab Mahulu memastikan penyaluran serupa masih akan berlangsung hingga Desember 2026 mendatang,” papar Lung.
Selain memberikan subsidi pangan jangka pendek, Bupati Angela dan Wabup Suhuk bersama jajaran legislatif terus memperjuangkan solusi jangka panjang dengan mendesak percepatan infrastruktur darat dari pusat.
“Pemkab Mahulu terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar percepatan pembangunan jalan APBN menuju wilayah hulu segera terealisasi. Setelah Tering dan Ujoh Bilang, kita mendorong pembukaan jalan terus berlanjut ke Long Bagun, Long Pahangai, hingga Long Apari agar masalah distribusi ini terurai secara permanen,” tutup Wabup Suhuk. (ADV/Mahakam Ulu)

