Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk *ist
UJOH BILANG, Portalsembilan – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) menempatkan kaum perempuan di tingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai garda terdepan pembangunan ekonomi daerah. Strategi ini diwujudkan melalui penguatan peran Dasawisma yang diselaraskan dengan kajian inovasi pengolahan sampah menjadi biodiesel pada Rabu (22/07/2026).
Langkah tersebut dirancang untuk mengatasi masalah ganda di wilayah perbatasan, yaitu tingginya harga solar serta penanganan limbah lingkungan.
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, menyampaikan bahwa pemda bersama Tim Penggerak PKK sedang menelaah skema konversi sampah menjadi bahan bakar alternatif penopang kebutuhan energi lokal.
Opsi pengolahan limbah menjadi biodiesel dipilih apabila pemanfaatan sampah menjadi material bangunan belum memberikan dampak maksimal bagi warga.
Selain fokus pada solusi energi murah, Pemkab Mahulu mengunci komitmen pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) RT.
Melalui alokasi Rp100 juta per RT, setiap kelompok Dasawisma yang terbentuk berhak mendapatkan dukungan modal sekitar Rp10 juta untuk menggarap usaha mandiri.
Target utama program ini adalah mencetak minimal satu kelompok Dasawisma aktif di tiap RT yang memproduksi kuliner lokal, anyaman, hingga pakaian adat khas Mahulu.
Wabup Suhuk menegaskan bahwa pergerakan ekonomi di tingkat tapak ini menjadi benteng pertahanan utama warga dalam menghadapi dinamika harga dan ketersediaan barang.
Hal ini terbukti dari terjaganya pasokan bahan pokok dan logistik di daerah terluar seperti Kecamatan Long Apari saat melewati tantangan musim kemarau lalu.
Terjaminnya stok kebutuhan dasar yang didukung oleh kebangkitan UMKM berbasis Dasawisma diyakini mampu mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Mahakam Ulu dari tingkat RT. (ADV/Mahakam Ulu)

