Portalsembilan.com, Balikpapan – Program pendidikan gratis melalui skema Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dinilai menjadi penyelamat bagi banyak mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Di Universitas Mulia Balikpapan, program tersebut terbukti membantu menekan angka mahasiswa cuti hingga putus kuliah akibat persoalan biaya.
Ketua Satgas Gratispol Universitas Mulia, Sumardi, mengatakan sebelum program berjalan, cukup banyak mahasiswa mengalami kendala finansial yang berujung pada terhambatnya proses studi. Namun setelah Gratispol diterapkan, beban biaya pendidikan mahasiswa mulai berkurang secara signifikan.
“Dengan adanya Gratispol ini sangat membantu mahasiswa. Sebelum program ini berjalan, cukup banyak mahasiswa yang cuti atau menghilang karena kendala biaya kuliah,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Pada tahun akademik 2025, Universitas Mulia mengusulkan sekitar 1.500 mahasiswa sebagai penerima Gratispol, meningkat dibanding kuota sebelumnya yang mencapai sekitar 1.200 mahasiswa.
Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, seperti berdomisili di Kalimantan Timur minimal tiga tahun serta memenuhi batas usia sesuai jenjang pendidikan. Bantuan yang diberikan juga disesuaikan dengan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), mulai rata-rata Rp5 juta hingga Rp20 juta per semester, tergantung program studi.
Meski manfaatnya besar, pihak kampus masih menghadapi kendala administrasi, terutama mahasiswa yang belum melengkapi data pada sistem pendaftaran daring. Padahal kelengkapan data menjadi syarat penting agar bantuan dapat dicairkan.
Sumardi menilai pengelolaan dan penganggaran Gratispol kini semakin tertata, sehingga diharapkan manfaat program dapat terus dirasakan mahasiswa dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur.
(Yeni Adhayanti)

