Portalsembilan.com, BERAU – Keterbatasan akses kerja di sektor pertambangan menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau. Generasi muda di daerah itu diminta tidak hanya bergantung pada industri tambang, tetapi mulai membuka diri terhadap peluang kerja di sektor lain, seperti perkebunan kelapa sawit.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengatakan tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bekerja di perusahaan tambang kerap tidak diimbangi dengan kesiapan maupun kualifikasi yang dibutuhkan.
“Kondisi ini sering menimbulkan ketidaksesuaian antara kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja yang tersedia,” ujar Subroto, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, ketimpangan tersebut kerap memicu berbagai persoalan dalam proses rekrutmen di lapangan. Oleh karena itu, ia menilai penting bagi pencari kerja untuk lebih realistis dalam melihat peluang yang ada.
Subroto menegaskan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit masih memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja lokal. Bahkan, peluang di sektor tersebut dinilai lebih terbuka dibandingkan industri pertambangan yang cenderung memiliki standar kualifikasi lebih ketat.
“Jangan hanya terpaku pada satu sektor. Selama ada peluang kerja yang bisa dimanfaatkan, itu seharusnya diambil,” katanya.
Selain mendorong diversifikasi pilihan kerja, DPRD Berau juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Yang terpenting adalah terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Peluang kerja itu sebenarnya banyak, tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri dan memanfaatkannya,” ujar Subroto.
DPRD berharap langkah tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal di berbagai sektor ekonomi. (ADV/DPRD BERAU)

