Portalsembilan.com, BERAU — Akses terhadap air bersih dan sanitasi layak masih menjadi persoalan di sejumlah kampung di Kabupaten Berau. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap tingginya kasus stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan bahwa kualitas lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan anak, terutama di wilayah kampung yang masih terbatas layanan dasarnya.
“Kalau air bersih tidak layak dan sanitasi kurang, itu bisa berdampak pada stunting,” ujar Dedy. Rabu,(06/5/2026)
Selain persoalan lingkungan, Dedy juga menyoroti melemahnya peran pos pelayanan kesehatan di tingkat kampung. Menurut dia, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat fungsi pos pelayanan tidak berjalan optimal.
Padahal, keberadaan pos pelayanan kesehatan sangat penting untuk memantau tumbuh kembang anak serta menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting.
“Kalau kita serius menekan angka stunting, pos pelayanan ini harus diperkuat, termasuk dari sisi anggaran,” tegasnya.
Dedy mendorong pemerintah daerah agar mengaktifkan kembali dan memaksimalkan peran pos pelayanan kesehatan. Dengan penguatan tersebut, program penanganan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi turut menyasar kampung-kampung yang masih mengalami keterbatasan akses layanan dasar.
“Jangan hanya fokus di kota. Kampung juga harus jadi prioritas,” katanya. (ADV/DPRD BERAU)

