Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Usai melalui serangkaian upaya pencarian yang melibatkan kolaborasi erat antara aparatur penegak hukum, lembaga penyelamatan, perusahaan, dan masyarakat lokal, korban orang tenggelam yang hilang sejak Senin (05/01/2026) pukul sekitar 19.20 WITA telah berhasil ditemukan pada Selasa (07/01/2026) pukul 09.20 WITA oleh seorang nelayan yang sedang mengarungi perairan sekitar -+15 km dari titik kejadian utama di dekat area pendingin PT Astiku Sakti, Kecamatan Sanga-Sanga. Korban yang diidentifikasi sebagai Risky Tri Handoko (38), penduduk Jalan Mustakim RT 08 Desa Jawa, Kecamatan Sanga-Sanga.
Kepala Tim Rescue Markas Operasi (Mako) Damkarmatan Kukar, Ahmad Sudirman, menyampaikan rasa kepuasan atas berhasilnya pencarian sekaligus rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Menurutnya, setiap langkah yang diambil selama lebih dari satu hari penuh bukan hanya untuk memenuhi tugas institusi, melainkan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap nyawa yang hilang dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.
“Kita tidak bisa menyembunyikan rasa sedih atas apa yang telah terjadi pada saudara Risky Tri Handoko. Namun, sebagai tim penyelamat, kita merasa cukup puas karena telah melakukan segala upaya yang mungkin untuk menemukan beliau mulai dari penyisiran intensif malam hari hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian dan akses di wilayah perairan tersebut. Semua ini kita lakukan dengan harapan bisa memberikan penutupan yang layak bagi keluarga,” ujar Ahmad Sudirman dengan nada yang penuh rasa hormat.
Kronologis kejadian dimulai ketika Risky Tri Handoko bersama dua rekannya sedang dalam perjalanan pulang dari lokasi kerjanya menuju pelabuhan Sanga-Sanga menggunakan perahu kecil yang biasanya digunakan untuk transportasi antar dermaga di wilayah tersebut. Menurut keterangan dari kedua rekannya yang selamat, sekitar pukul 19.20 WITA, ketika perahu tengah melintas di perairan dekat pendingin PT Astiku Sakti, mesin tiba-tiba mengalami gangguan berat dan hilang kendali. Dalam waktu singkat, perahu tersebut menabrak bagian buritan kapal tongkang yang sedang melintas dengan arah berlawanan, menyebabkan badan perahu bocor dan tenggelam dalam hitungan menit.
Laporan resmi mengenai hilangnya korban diterima oleh Mako Damkarmatan Kukar pada Senin (05/01/2026) pukul 20.00 WITA, tepat 40 menit setelah kejadian terjadi. Tanpa menunda waktu, tim penyelamatan segera melakukan persiapan teknis dan mengerahkan unit pertama ke lokasi kejadian yang berada di RT 02 Kelurahan Pendingin, dengan titik koordinat geografis 0,686166°S, 117°30’08.99”E.
Dalam proses penanganannya, tim Damkarmatan Kukar segera berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk memperluas cakupan pencarian. Di lapangan, terlibat pula pihak TNI AL yang mengerahkan dua unit speed boat dengan personel yang ahli dalam navigasi perairan dangkal, Polsek Sanga-Sanga beserta Bhabinkamtibmas yang menangani koordinasi dengan masyarakat sekitar, serta Polairud yang menyediakan unit speed boat dilengkapi dengan alat pendeteksi benda di bawah permukaan air. Tidak hanya itu, pihak BPBD Kutai Kartanegara juga turut berkontribusi dengan mengerahkan satu unit boat politelin, sementara Basarnas Kalimantan Timur mengirimkan satu unit raberboat yang dilengkapi dengan tim penyelam profesional.
Pihak PT Astiku Sakti juga tidak tinggal diam. Perusahaan tersebut memberikan dukungan berupa akses lokasi sekitar area pendingin, informasi mengenai kondisi dasar laut di wilayah tersebut, serta fasilitas pendukung seperti tempat istirahat untuk tim penyelamat dan sarana komunikasi.
Selain itu, kelompok masyarakat seperti Redkar Sanga-Sanga dan warga lokal secara sukarela mengerahkan sebanyak tiga unit kapal nelayan untuk membantu dalam proses penyisiran. Banyak dari mereka yang telah mengenal wilayah perairan Sanga-Sanga sejak lama, sehingga mampu memberikan informasi berharga mengenai arah arus dan titik-titik yang berpotensi menjadi tempat korban terdampar.
“Kontribusi dari saudara-saudara nelayan adalah salah satu faktor penting dalam penemuan korban. Pada pagi hari Selasa, sekitar pukul 09.20 WITA, salah satu nelayan yang sedang menjaring ikan di sekitar -+15 KM dari titik kejadian melihat adanya objek yang mengambang di permukaan air. Setelah mendekat, beliau menyadari bahwa itu adalah korban dan segera memberitahu posko operasional yang telah kita dirikan di dermaga terdekat,” jelas salah satu petugas Damkarmatan yang terlibat dalam proses evakuasi korban.
Setelah ditemukan, korban segera dibawa ke dermaga Posko Operasional untuk dilakukan proses identifikasi oleh pihak kepolisian dan petugas kesehatan. Setelah proses tersebut selesai, korban secara resmi diserahkan kepada keluarga yang telah menunggu dengan khawatir di lokasi posko sejak malam sebelumnya. Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mengungkapkan bahwa mereka merasa cukup tenang karena korban telah ditemukan dan bisa diberikan penghormatan terakhir.
Untuk sementara, pihak kepolisian melalui Divisi Reserse Kriminal Polsek Sanga-Sanga sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi kapal tongkang yang menjadi objek benturan, termasuk memeriksa dokumen kelayakan kapal dan kondisi mesin pada saat kejadian. Pihak PT Astiku Sakti juga menyatakan siap untuk bekerja sama sepenuhnya dalam proses penyelidikan yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Ahmad Sudirman menambahkan bahwa pihak Damkarmatan Kukar akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyelamatan kali ini, mulai dari waktu respon, koordinasi antar lembaga, hingga kesiapan alat dan personel. Menurutnya, setiap kejadian menjadi pembelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas layanan penyelamatan di masa depan.
“Kita akan terus berusaha meningkatkan kapasitas dan kerja sama dengan berbagai pihak agar bisa memberikan tanggapan yang lebih cepat dan efektif saat menghadapi situasi darurat seperti ini. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita,” pungkasnya.
(Yeni Adhayanti)

