Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Daerah pada Senin (7/7/2025) di Aula Kantor Bapenda, Tenggarong. Rakor ini bertujuan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menekankan pentingnya memperkuat PAD sebagai upaya mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Ia juga menginstruksikan agar potensi pajak dari korporasi besar digali secara maksimal dan menekankan pentingnya akurasi data hulu dalam proses rekonsiliasi Dana Bagi Hasil (DBH).
Fokus utama rakor ini adalah optimalisasi pendapatan dari sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba). Plt. Kepala Bidang Perencanaan Pendapatan Daerah Bapenda Kukar, Fredy Wardana, menyatakan bahwa pemerintah daerah harus proaktif menjemput data langsung dari sumbernya, seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dan data produksi batubara.
Tantangan dalam Pengukuran Kinerja PAD, Pengukuran kinerja PAD secara proporsional dapat menurun akibat meningkatnya DBH dari pusat, meskipun PAD naik secara nominal. Keterbatasan jumlah personel bersertifikasi dalam tim pemeriksa lapangan menjadi hambatan dalam pelaksanaan pengawasan langsung ke lapangan.
Langkah Strategis yang dibuat, Menyusun surat permohonan resmi ke kementerian terkait guna mendapatkan akses terhadap data yang lebih komprehensif dan valid. Memperkuat sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan PAD.
Dengan peningkatan validitas data, penguatan sinergi antar-OPD, serta fokus pada sektor-sektor strategis, Kukar dapat terus meningkatkan kemandirian fiskal untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah. (Yeni Adhayanti)

