Kick Off Bulan Anti Rabies Kabupaten Mahakam Ulu 2026 di Kantor Bupati Mahulu, Ujoh Bilang, Senin (27/07/2026).
UJOH BILANG, Portalsembilan – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memacu pelaksanaan vaksinasi massal hewan penular rabies secara merata hingga ke kawasan pedalaman dan perbatasan RI-Malaysia. Langkah akselerasi ini ditandai dengan pencanangan Kick Off Bulan Anti Rabies Kabupaten Mahakam Ulu 2026 di Kantor Bupati Mahulu, Ujoh Bilang, Senin (27/07/2026).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mahulu Suhuk, S.E., ini turut diisi dengan penyuntikan vaksin rabies secara simbolis oleh Wabup kepada seekor anjing dan oleh Kepala DKPP Engelbertus Ibrahim, S.E., M.Si., kepada seekor kucing. Agenda ini diikuti pula secara virtual oleh Kabid Kesehatan Hewan Disnak Keswan Kaltim drh. Dyah Anggraini, serta dihadiri jajaran Forkopimda, camat, dan tenaga medis veteriner.
Kepala DKPP Mahulu, Engelbertus Ibrahim, memaparkan bahwa posisi geografis Mahulu yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, menuntut kewaspadaan ekstra terhadap penyebaran zoonosis. Guna membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), Pemkab Mahulu menargetkan cakupan vaksinasi sedikitnya 70 persen populasi HPR yang tersebar di 50 kampung dan 5 kecamatan.
“Setelah menyuntikkan 763 dosis pada tahap awal, kami menargetkan tambahan 1.000 dosis vaksin yang menyasar kawasan Long Melaham, Long Bagun Ulu, dan Long Bagun Ilir. Program ini memberikan pelayanan vaksinasi gratis dan setiap hewan yang telah divaksin akan diberi kartu identitas khusus,” jelas Engelbertus.
Ia juga menekankan bahwa jangkauan pelayanan akan diperluas hingga ke wilayah terluar yang memiliki akses geografis terpencil demi memastikan perlindungan yang menyeluruh.
“Gerakan vaksinasi massal ini tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, tetapi juga menyasar wilayah pedalaman hingga ke Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari agar tidak ada celah penyebaran rabies di wilayah perbatasan,” tambahnya.
Sementara itu, Epidiemologi Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan P2KB Mahulu, Azis Khairi, S.KM., menggarisbawahi pentingnya penanganan cepat pada kasus gigitan hewan untuk mencegah fatalitas pada manusia.
“Rabies pada manusia 100 persen dapat dicegah jika penanganan luka gigitan dan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dilakukan secara cepat dan tepat. Kami telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk siaga melayani warga yang menjadi korban gigitan HPR,” ujar Azis.
Dukungan awal sebanyak 100 dosis vaksin dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim turut memperkuat kesiapan tim medis di lapangan. Melalui penjangkauan vaksinasi secara intensif ke daerah pelosok, Pemkab Mahulu optimistis mampu memutus rantai penularan rabies, melindungi keselamatan warga pedalaman, serta mewujudkan lingkungan Mahakam Ulu yang bebas dari ancaman rabies. (ADV/Mahakam Ulu)

