Pemkab Mahulu melantik pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tim Pembina Posyandu, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Mahakam Ulu periode 2026–2030 di Ballroom Lantai 3 Sekretariat Kabupaten Mahakam Ulu, Senin (29/06/2026).
UJOH BILANG, Portalsembilan – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) berkomitmen mempertajam kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Komitmen ini ditegaskan oleh Bupati Mahulu Angela Idang Belawan saat melantik Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Tim Pembina Posyandu Kabupaten Mahulu Periode 2026–2030 di Ballroom Lantai 3 Sekretariat Kabupaten, Ujoh Bilang, Senin (29/06/2026).
Acara resmi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Mahulu Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., Ketua TP PKK Mahulu Mega Petra Marten, S.H., M.H., serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam arahannya, Bupati Angela menggarisbawahi bahwa Posyandu merupakan garda terdepan sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang harus menyentuh seluruh lapisan warga kampung. Pelayanan kesehatan tidak hanya menyasar bayi dan balita, tetapi juga harus terintegrasi melayani ibu hamil, ibu menyusui, remaja, hingga kelompok lanjut usia.
Guna memastikan intervensi kesehatan berjalan akurat, Pemkab Mahulu mendorong penerapan digitalisasi data Posyandu dan peningkatan kapasitas kader di setiap kampung.
“Saya meminta agar seluruh Posyandu di setiap kampung benar-benar aktif dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penguatan kapasitas kader dan digitalisasi data Posyandu harus menjadi perhatian bersama agar pelayanan semakin optimal, khususnya dalam percepatan penurunan stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak,” tegas Bupati Angela.
Langkah percepatan penanganan stunting dan integrasi posyandu ini diproyeksikan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Mahulu sejak dini.
Pemerintah Daerah pun memastikan dukungan penuh dari sisi penyediaan anggaran, fasilitas medis dasar, hingga pendampingan teknis agar kader-kader Posyandu di wilayah pelosok dapat menjalankan fungsi pengawasan kesehatan secara berkelanjutan. (ADV/Mahakam Ulu)

