Portalsembilan.com, BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mendorong Pemerintah Kabupaten Berau mempercepat pengembangan hilirisasi komoditas unggulan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk daerah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Menurut Dedy, Berau memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor perkebunan, perikanan, hingga pertanian. Namun, sebagian besar hasil produksi masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang diperoleh belum optimal.
“Kalau komoditas kita bisa diolah di daerah, nilai jualnya tentu akan lebih tinggi. Dampaknya bukan hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru,” kata Dedy. Rabu (10/6/2026).
Ia menilai, pembangunan industri pengolahan perlu menjadi salah satu fokus pemerintah daerah agar potensi komoditas lokal tidak hanya berhenti pada tahap produksi primer. Kehadiran industri hilir dinilai mampu menciptakan rantai nilai yang lebih panjang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
Untuk mendukung langkah tersebut, Dedy mendorong pemerintah daerah menghadirkan iklim investasi yang kondusif bagi industri pengolahan. Di sisi lain, pelaku usaha lokal juga perlu mendapatkan kemudahan agar mampu berkembang dan menjadi bagian dari proses hilirisasi.
Menurut dia, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga harus dilibatkan dalam rantai pasok industri sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga masyarakat luas.
Ia menegaskan, keberhasilan program hilirisasi membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pengembangan industri berjalan berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan daya saing produk unggulan Berau.
Dedy menambahkan, DPRD Berau siap mendukung kebijakan yang mendorong pengembangan sektor unggulan daerah selama memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin potensi yang dimiliki Berau tidak hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi mampu menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan perekonomian daerah,” ujarnya. (ADV/DPRD BERAU)

