Portalsembilan.com, BERAU — Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai penguatan pendidikan karakter perlu menjadi perhatian bersama di tengah semakin besarnya pengaruh negatif yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, pembentukan moral dan akhlak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga, tetapi juga memerlukan keterlibatan sekolah, organisasi keagamaan, dan komunitas sosial.
Sumadi mengatakan, lembaga pendidikan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan. Sekolah juga bertanggung jawab membentuk karakter, etika, dan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Kegiatan yang mendorong pembinaan moral dan penguatan nilai agama harus menjadi agenda berkelanjutan,” kata Sumadi. Minggu (07/6/2026).
Ia menjelaskan, pendidikan karakter perlu diwujudkan melalui berbagai program yang dilakukan secara konsisten, seperti penyuluhan, seminar, hingga layanan konseling yang melibatkan peserta didik dan orang tua. Menurut dia, pendekatan tersebut penting untuk memperkuat pemahaman anak mengenai norma sosial, etika, serta nilai-nilai keagamaan.
Sumadi menilai, langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk perilaku menyimpang akan lebih efektif apabila dimulai sejak usia dini melalui pembinaan karakter yang berkesinambungan.
“Dengan pembinaan yang tepat, anak-anak akan memiliki bekal untuk menghadapi berbagai tantangan sosial di lingkungan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut sekolah memiliki posisi strategis dalam proses pembentukan karakter karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan pendidikan. Oleh sebab itu, ia berharap setiap satuan pendidikan mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dalam aktivitas belajar sehari-hari, tanpa mengurangi perhatian terhadap capaian akademik.
“Kita berharap setiap satuan pendidikan dapat mengintegrasikan pembinaan karakter dalam kegiatan sehari-hari, tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik,” kata Sumadi.
Menurutnya, sinergi antara sekolah, keluarga, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter, beretika, dan memiliki ketahanan menghadapi berbagai pengaruh negatif di era digital. (ADV/DPRD BERAU)

