Portalsembilan.com, BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, menilai ketahanan pangan di Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan karena tingginya ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan ketersediaan pangan apabila terjadi gangguan distribusi.
Menurut Sri, kebutuhan beras masyarakat Berau hingga kini masih banyak dipenuhi melalui pasokan dari Surabaya, Sulawesi, dan sejumlah daerah lainnya. Hal itu menunjukkan produksi beras lokal belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat secara optimal.
“Ini menunjukkan produksi beras lokal belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat secara optimal,” kata Sri. Sabtu (06/6/2026).
Ia menjelaskan, selama distribusi dari daerah pemasok berjalan lancar, kebutuhan pangan masyarakat masih dapat terpenuhi. Namun, apabila terjadi hambatan akibat cuaca, gangguan transportasi, atau faktor lain, Berau berpotensi mengalami lonjakan harga bahkan kelangkaan beras.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga menyulitkan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Karena itu, Sri mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperkuat produksi pangan lokal sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Ia menilai peningkatan produktivitas pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi, pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, hingga pendampingan kepada petani agar hasil panen dapat terus meningkat.
Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan sektor pertanian juga diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong kemandirian daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Kemandirian pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga upaya jangka panjang untuk melindungi masyarakat dari fluktuasi harga dan ancaman kelangkaan,” ujar Sri. (ADV/DPRD BERAU)

