Portalsembilan.com, BERAU – Pertumbuhan penduduk di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Berau mulai memberi tekanan terhadap ketersediaan fasilitas pendidikan. Jumlah siswa yang terus bertambah dinilai belum diimbangi dengan penambahan sarana dan prasarana sekolah, khususnya ruang kelas belajar.
Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, meminta Pemerintah Kabupaten Berau segera mengantisipasi kondisi tersebut agar peningkatan jumlah penduduk tidak berdampak pada menurunnya kualitas layanan pendidikan.
Menurut Frans, Kampung Tembudan di Kecamatan Batu Putih menjadi salah satu wilayah yang saat ini mulai merasakan dampak pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Perkembangan aktivitas industri di kawasan tersebut mendorong masuknya tenaga kerja dari berbagai daerah, yang kemudian berkontribusi terhadap peningkatan jumlah warga.
“Hadirnya aktivitas industri dan masuknya tenaga kerja dari berbagai daerah sudah mendorong pertumbuhan penduduk dalam beberapa tahun terakhir,” kata Frans, Selas (02/6/2026).
Bertambahnya jumlah penduduk secara langsung berdampak pada meningkatnya jumlah anak usia sekolah. Namun, kapasitas fasilitas pendidikan yang tersedia dinilai belum mengalami penyesuaian yang memadai.
“Jumlah penduduk meningkat, otomatis jumlah siswa bertambah. Tapi fasilitas sekolah belum mampu mengimbangi,” ujarnya.
Frans menyoroti keterbatasan ruang kelas belajar (RKB) yang mulai dirasakan sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Jika kondisi itu terus berlangsung tanpa penambahan fasilitas, kepadatan siswa dalam satu kelas dikhawatirkan akan semakin tinggi.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan siswa serta efektivitas proses belajar mengajar di sekolah.
“Kalau ruang kelas tidak cukup, tentu berdampak pada kenyamanan dan efektivitas belajar siswa,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas pendidikan secara berkala, terutama di wilayah yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup tinggi akibat perkembangan sektor industri dan ekonomi.
Ia menilai perencanaan pembangunan pendidikan harus dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara tepat.
“Perencanaan harus berbasis kondisi riil di lapangan. Jangan sampai pertumbuhan penduduk tidak diantisipasi dengan kesiapan fasilitas pendidikan,” kata Frans.
DPRD berharap langkah antisipatif dapat segera dilakukan melalui penambahan ruang kelas maupun pengembangan sarana pendidikan lainnya, sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga meski jumlah penduduk terus bertambah di kawasan pesisir Berau. (ADV/DPRD BERAU)

