Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) agar lebih sehat, efisien, dan mampu berkontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Aulia, keberadaan BUMD harus menjadi salah satu tulang punggung pendapatan daerah, bukan justru membebani keuangan pemerintah.
Ia mengungkapkan, hasil evaluasi sementara menunjukkan masih ada BUMD yang membelanjakan hampir 70 persen pendapatannya untuk operasional dan gaji pegawai.
“BUMD yang sehat itu idealnya memiliki komposisi keuangan yang seimbang,” ujarnya.
Aulia merinci, idealnya pembagian keuangan BUMD dibagi dalam tiga klaster, yakni 30 persen untuk belanja operasional dan pegawai, 30 persen untuk kontribusi PAD, serta 30 persen untuk investasi atau pengembangan usaha.
Menurutnya, tanpa investasi baru, BUMD akan sulit berkembang dan hanya berjalan di tempat.
“Kalau tidak ada investasi baru, maka BUMD tidak akan tumbuh,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Aulia juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap BUMD yang dinilai tidak sehat atau tidak memberikan manfaat nyata bagi daerah.
“Kalau BUMD terkesan hanya untuk memperkaya dan mempernyaman jajaran saja, itu segera kita cut loss. Kita ganti dengan yang lain yang lebih mampu bekerja untuk daerah,” katanya.
Ia menyebut, seluruh telaahan staf terkait empat BUMD di Kukar saat ini telah berada di mejanya dan akan segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Terkait mekanisme setoran PAD dari BUMD, Aulia menjelaskan bahwa seluruh pendapatan usaha terlebih dahulu masuk ke kas perusahaan.
Selanjutnya, pada akhir tahun melalui rapat evaluasi dan laporan keuangan, keuntungan yang diperoleh akan dibahas untuk menentukan besaran yang disetorkan ke kas daerah sebagai PAD.
“Kalau Anda pengusaha, ketika jualan, uang itu masuk ke perusahaan dulu. Nanti di akhir tahun ada rapat laporan keuntungan, lalu ditentukan berapa yang disetorkan,” jelasnya.
(Yeni Adhayanti)

