Ilustrasi BUMDes Prima Desa Sebulu Modern.

Portalsembilan.com, KUTAI KARTANEGARA – Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini menjadi contoh bagaimana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu menggerakkan ekonomi lokal. Melalui BUMDes Modern Prima, warga desa perlahan meninggalkan ketergantungan pada sektor pertanian dan mulai menapaki kemandirian ekonomi berbasis usaha jasa.
BUMDes yang berdiri sejak 2020 itu kini berkembang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi desa. Unit penyewaan tenda, kursi, dan sound system menjadi usaha andalan yang diminati warga. Usaha ini tidak hanya membantu kebutuhan masyarakat dalam kegiatan sosial, tetapi juga menambah sumber pendapatan asli desa.
Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, mengatakan, BUMDes kini menjadi motor penggerak bagi warga untuk berani berwirausaha. “Alhamdulillah, usaha jasa ini berjalan cukup baik. Masyarakat terbantu, desa juga dapat tambahan pemasukan,” ujarnya, Senin (8/10/2025).
Ia menuturkan, arah pengembangan BUMDes kini lebih realistis dan berbasis kebutuhan masyarakat. Pemerintah desa, kata Joemadin, banyak belajar dari pengalaman sebelumnya ketika usaha penggilingan padi tidak mampu bertahan lama karena keterbatasan bahan baku. Dari pengalaman itu, desa mulai mengubah arah bisnis ke sektor jasa yang dinilai lebih berkelanjutan.
“Sekarang kami fokus di bidang yang pasti jalan dan dibutuhkan warga. Kalau sudah stabil, baru kami kembangkan lagi,” jelasnya.
Selain memperkuat BUMDes, pemerintah desa juga tengah mencermati rencana pembentukan Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah pusat. Joemadin menilai, sinergi antara koperasi dan BUMDes akan berjalan baik apabila memiliki bidang kerja yang saling melengkapi.
“Kalau bisa saling mendukung tentu lebih baik. Tapi jangan sampai mematikan peran BUMDes,” tegasnya.
Bagi Joemadin, BUMDes bukan hanya sekadar badan usaha, melainkan wadah pemberdayaan warga. Melalui pengelolaan bersama, masyarakat belajar mengelola keuangan, berinovasi, dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam bidang ekonomi.
“Kalau dikelola serius, BUMDes bisa jadi kekuatan ekonomi desa yang sebenarnya. Bukan cuma soal keuntungan, tapi juga kemandirian dan kepercayaan diri warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menilai keberhasilan Sebulu Modern mencerminkan arah pembangunan desa yang kini lebih partisipatif. Ia menyebut, Pemkab Kukar berkomitmen memperkuat kapasitas BUMDes agar menjadi pilar utama ekonomi desa.
“BUMDes adalah fondasi kemandirian desa. Kami terus memberikan pendampingan, pelatihan, dan dukungan supaya pengelolaannya makin profesional dan berkelanjutan,” kata Arianto.
Menurutnya, BUMDes tak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal.
“Ketika BUMDes bergerak, ekonomi desa ikut tumbuh. Itulah arah pembangunan yang sedang kami dorong di seluruh wilayah Kukar,” pungkasnya. (Adv/DPMD KUKAR/Ko)

