Sidak Agen LPG. (adv/)

Portalsembilan.com, BALIKPAPAN – Menjelang Ramadan, Komisi II DPRD Kota Balikpapan semakin gencar melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kg bersubsidi. DPRD berencana menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan untuk memastikan ketersediaan LPG tetap stabil dan tidak terjadi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyatakan bahwa sidak ini dilakukan sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terkait potensi lonjakan harga dan kelangkaan LPG selama Ramadan.
“Setiap tahun, menjelang Ramadan, permintaan LPG meningkat drastis. Kami ingin memastikan pasokan tetap tersedia dan tidak ada pihak yang sengaja menimbun demi keuntungan pribadi,” ujar Fauzi.
DPRD juga menyoroti pentingnya transparansi dalam distribusi LPG agar subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Jika ditemukan penyimpangan atau permainan harga, DPRD tidak akan segan untuk merekomendasikan tindakan tegas kepada instansi terkait.
Selain sidak, DPRD juga mengusulkan operasi pasar sebagai solusi jika harga LPG mulai tidak terkendali. Fauzi menilai operasi pasar sangat efektif dalam menekan harga dan menjaga stabilitas pasokan di tengah lonjakan permintaan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan Pertamina untuk memastikan stok LPG aman. Jika ada indikasi penimbunan, kami siap ambil langkah tegas,” tambahnya.
Sebagai upaya jangka panjang, DPRD Balikpapan mendorong pemerintah untuk menerapkan sistem digitalisasi dalam distribusi LPG bersubsidi. Dengan sistem ini, pengawasan terhadap stok dan distribusi dapat lebih transparan, sehingga risiko penyimpangan dapat diminimalisir.
“Kami ingin distribusi LPG lebih terpantau secara real-time. Dengan sistem digitalisasi, kita bisa memastikan LPG benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak tanpa adanya permainan dari pihak tertentu,” jelas Fauzi.
Selain itu, DPRD meminta agar pemerintah daerah meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan LPG bersubsidi. Sosialisasi perlu dilakukan agar hanya masyarakat yang memenuhi kriteria yang dapat mengakses LPG bersubsidi, sehingga alokasi tidak salah sasaran.
Fauzi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pembelian dalam jumlah besar hanya akan memperburuk situasi dan menyebabkan ketidakseimbangan pasokan di lapangan.
“Kami berharap warga membeli sesuai kebutuhan dan melaporkan jika ada agen atau pengecer yang menjual dengan harga tidak wajar,” tegasnya.
DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan pasokan LPG tetap aman dan harga tetap stabil menjelang dan selama bulan Ramadan. Dengan pengawasan yang ketat dan kebijakan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman. (nur/ADV/DPRD Balikpapan)

