Portalsembilan,Tenggarong – Keberadaan Pesut Mahakam (Orcaella heinsohni), mamalia air tawar endemik Kalimantan yang terancam punah, menjadi berkah bagi Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Keindahan dan keunikan Pesut Mahakam menarik wisatawan berkunjung ke desa ini, sekaligus menjadi pendorong penghargaan Kalpataru kategori penyelamat lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 5 Juni 2024.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras masyarakat Desa Pela dalam menjaga kelestarian alam, khususnya habitat Pesut Mahakam,” ujar Alimin, Ketua Pokdarwis Desa Pela, Kamis (6/6/2024).
Lebih lanjut, Alimin menjelaskan bahwa Desa Pela telah lama menjadi habitat bagi Pesut Mahakam. Keberadaan hewan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke desa. Oleh karena itu, menjaga kelestarian Pesut Mahakam menjadi salah satu fokus utama masyarakat Desa Pela.
Berbagai upaya pelestarian Pesut Mahakam telah dilakukan, seperti patroli Sungai Mahakam untuk mencegah perburuan liar, membersihkan sampah di sungai, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Upaya-upaya ini membuahkan hasil, dengan populasi Pesut Mahakam di Desa Pela menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Keberhasilan ini membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Pela. Desa Wisata Pela yang menawarkan berbagai kegiatan wisata alam, seperti melihat Pesut Mahakam di habitat aslinya, memancing, dan berperahu, semakin ramai dikunjungi wisatawan. Hal ini tentunya meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
Meskipun telah meraih prestasi membanggakan, Alimin menyadari masih banyak yang harus dilakukan untuk menjaga kelestarian Desa Pela dan Pesut Mahakam. Salah satunya adalah dengan mendorong regenerasi.
“Mayoritas warga Desa Pela berprofesi sebagai nelayan dan menggantungkan hidupnya di Sungai Mahakam. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga kelestarian alam,” jelas Alimin.
Alimin berharap, dengan adanya regenerasi, upaya pelestarian alam di Desa Pela dan Pesut Mahakam dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.
Keberhasilan Desa Pela dalam meraih penghargaan Kalpataru diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk turut menjaga kelestarian alamnya.
“Kita harus bersama-sama menjaga kelestarian alam Indonesia. Alam adalah aset berharga yang harus kita wariskan kepada generasi penerus,” pesan Alimin.
Desa Pela menunjukkan bahwa dengan komitmen, kerja keras, dan kesadaran bersama, kelestarian alam dan potensi wisata dapat berjalan beriringan, membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Upaya mereka patut diapresiasi dan ditiru oleh desa-desa lain di Indonesia.
ADV/Dispar Kukar

