
Portalsembilan.com, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tetap berkomitmen membangun sektor pertanian di luar kawasan yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar memaksimalkan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung kelompok tani di wilayah yang belum tersentuh intervensi nasional.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa seluruh kecamatan harus mendapatkan akses terhadap fasilitas pertanian.
“Kami memahami bahwa masih banyak lahan pertanian yang membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, melalui APBD, kami tetap berusaha memberikan bantuan agar pertanian di Kukar bisa semakin berkembang,” kata Taufik.
Program bantuan mencakup pengadaan benih unggul, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), serta pelatihan dan pendampingan petani.
“Kita tetap bantu wilayah yang belum tersentuh pusat. Ini bentuk tanggung jawab daerah,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga berupaya menjaga keberlanjutan program melalui pemetaan potensi dan evaluasi dampak dari setiap bantuan yang diberikan.
Distanak berharap strategi ini dapat memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah dan menjamin distribusi bantuan yang lebih merata.
Taufik menambahkan bahwa kolaborasi dengan lembaga keuangan dan BUMDes juga didorong untuk memperkuat modal usaha tani di daerah-daerah terpencil.
“Kita tidak hanya ingin membangun secara fisik, tapi juga menguatkan kelembagaan tani agar mandiri,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Kukar)

