Portalsembilan.com, SANGA-SANGA – Kobaran api kembali mengancam kawasan permukiman di Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan seluas kurang lebih dua hektare di Jalan Kawasan RT 05, Kelurahan Jawa, Jumat (21/8/2026) malam.
Yang membuat situasi menjadi perhatian bukan semata luas lahan yang terbakar, melainkan posisi api yang dilaporkan mendekati rumah warga. Petugas pemadam bersama relawan dan sejumlah unsur terkait harus berjibaku mengendalikan api di tengah kondisi medan yang tidak mudah dijangkau.
Laporan kebakaran diterima Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Sektor Sanga-Sanga pada pukul 18.34 WITA. Penanganan berlangsung hingga pukul 20.57 WITA.
Kepala Pos Sektor Damkarmatan Sanga-Sanga, Gunawan, disebutkan media yang terbakar merupakan lahan dengan luas sekitar dua hektare. Belum terdapat laporan mengenai bangunan yang terdampak maupun korban luka-luka atau meninggal dunia. Sementara penyebab kebakaran hingga proses penanganan selesai belum diketahui.
Namun, petugas menghadapi dua persoalan utama di lapangan, yakni akses jalan yang sulit serta tidak tersedianya titik air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi ini berpotensi memperlambat mobilisasi kendaraan dan distribusi air ketika api berada dekat dengan kawasan tempat tinggal warga.
Untuk mengantisipasi meluasnya kobaran, Damkarmatan Sanga-Sanga mengerahkan Regu 1, Regu 2 dan Regu 3. Dua unit kendaraan, yakni Firedome dan Carry, diterjunkan menuju lokasi.
Sejumlah peralatan juga digunakan dalam proses penanganan, meliputi lima roll hose ukuran 1,5 inci, dua roll hose ukuran 2,5 inci, nozzle 1,5 inci serta senter untuk mendukung aktivitas petugas di lapangan.
Penanganan karhutla tersebut melibatkan kekuatan lintas unsur. Relawan Redkar Kota Juang, Redkar Wadah Batuah, Redkar Al-Badar, Titik Tengah Rescue, Balakarcana RT 01, Pertamina, PT ABN untuk dukungan suplai, tangki suplai warga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut terlibat dalam upaya pengendalian api.
Keterlibatan banyak unsur menunjukkan bahwa penanganan kebakaran lahan di kawasan permukiman membutuhkan koordinasi cepat. Terlebih ketika sumber air tidak tersedia secara langsung dan akses menuju titik api mengalami kendala.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, mengingatkan seluruh personel agar tidak mengabaikan aspek keselamatan selama proses penanganan kebakaran.
“Tetap memperhatikan keselamatan pada saat penanganan. SOP harus ditekankan, jangan sampai terjadi kesalahan. Setelah melakukan penanganan, tolong diperhatikan kembali,” tegas Fida.
Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan pemadaman tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api. Keselamatan personel, relawan dan masyarakat di sekitar lokasi juga harus menjadi prioritas dalam setiap operasi penanganan kebakaran.
Peristiwa di Kelurahan Jawa ini sekaligus memperlihatkan bahwa ancaman karhutla dapat menjadi lebih serius ketika titik api berada berdekatan dengan permukiman, sementara dukungan infrastruktur pemadaman masih terbatas.
Karena itu, selain kesiapsiagaan petugas, ketersediaan akses menuju kawasan rawan kebakaran dan sumber air menjadi faktor yang patut mendapat perhatian. Dua hal tersebut dapat menentukan kecepatan respons ketika kebakaran kembali terjadi.
Hingga penanganan berakhir pada pukul 20.57 WITA, laporan Pos Damkarmatan Sanga-Sanga tidak mencatat adanya bangunan yang terdampak maupun korban jiwa. Namun, kejadian ini menjadi peringatan bahwa kewaspadaan terhadap kebakaran lahan, khususnya yang berdekatan dengan rumah warga, tidak boleh kendur.(YW)

