Pemkab Mahulu melantik pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tim Pembina Posyandu, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Mahakam Ulu periode 2026–2030 di Ballroom Lantai 3 Sekretariat Kabupaten Mahakam Ulu, Senin (29/06/2026).
UJOH BILANG, Portalsembilan – Kekayaan warisan budaya dan seni kerajinan tradisional masyarakat Dayak di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus didorong agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Mahulu Angela Idang Belawan saat melantik jajaran Pengurus DEKRANASDA bersama TP PKK dan TP Pembina Posyandu Mahulu Periode 2026–2030 di Ballroom Lantai 3 Kantor Bupati Mahulu, Senin (29/06/2026).
Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Sekda Mahulu Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., pimpinan organisasi wanita, tokoh kerajinan lokal, serta jajaran pimpinan OPD terkait.
Bupati Angela menegaskan bahwa DEKRANASDA memiliki peran strategis untuk menjembatani kearifan lokal leluhur dengan peluang pasar modern. Kerajinan khas Mahulu, seperti anyaman dan seni manik-manik, dinilai memiliki nilai estetika tinggi yang berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional jika dikelola secara profesional.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Mahulu berkomitmen mendampingi para perajin lokal dalam meningkatkan standar mutu produk, memperluas jangkauan pemasaran, hingga memberikan kepastian Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“DEKRANASDA harus menjadi jembatan antara kekayaan budaya leluhur dengan peluang ekonomi masa kini. Mari kita bantu para pengrajin meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta melindungi hak kekayaan intelektual agar kerajinan khas Mahakam Ulu tetap lestari dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bupati.
Selain kepastian hukum atas karya seni lokal, pelibatan generasi muda dalam regenerasi perajin juga menjadi fokus utama pemda.
Melalui kemitraan strategis antara pemerintah, organisasi daerah, dan para pelaku UMKM, Pemkab Mahulu optimistis produk kerajinan berbasis kebudayaan Dayak ini mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga sekaligus menjaga kelestarian identitas budaya daerah. (ADV/Mahakam Ulu)

