Foto: Prokopim Mahulu
BALIKPAPAN, Portalsembilan – Transformasi digital di instansi pemerintahan tidak hanya bicara soal kecanggihan teknologi, tetapi juga tentang seberapa kuat sistem keamanannya. Langkah serius inilah yang sedang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu).
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi), mereka menggelar Sosialisasi Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) tingkat pemerintah daerah. Acara ini berlangsung di Meeting Room Novotel Balikpapan pada Senin (08/06/2026).
Pembentukan CSIRT Kabupaten Mahakam Ulu ini memiliki payung hukum yang kuat, yaitu Keputusan Bupati Mahakam Ulu Nomor 500.8/K.2/2026. Tim yang memiliki nama resmi Mahakamulukab-CSIRT ini dibekali dengan dua jenis layanan utama.
Pertama adalah layanan reaktif. Artinya, tim akan bergerak cepat memberikan peringatan siber, menanggulangi dan memulihkan insiden, serta menangani kerawanan maupun artefak digital jika terjadi serangan.
Kedua adalah layanan proaktif dan manajemen kualitas. Di sini, CSIRT bertugas melakukan audit keamanan, analisis risiko, serta memberikan edukasi dan pelatihan keamanan siber secara berkala.
Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa kemajuan digital harus diimbangi dengan pertahanan siber yang kokoh demi melindungi data pemerintah dan masyarakat.
“Sebagai bagian yang paling penting dari keseluruhan upaya mewujudkan visi Mahulu Melaju, Maju Merata Berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu terus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang terbuka, responsif, kolaboratif, dan berbasis transformasi digital,” ujar Bupati.
Bupati juga menambahkan bahwa keamanan siber adalah bagian penting untuk membangun kepercayaan publik. Baginya, CSIRT tidak boleh hanya sekadar ada saat terjadi peretasan, melainkan harus mampu menanamkan kebiasaan peduli keamanan data di semua instansi.
“Saya berharap seluruh anggota Tim Tanggap Insiden Siber dapat menjadi katalis dalam membangun budaya keamanan informasi di lingkungan Pemkab Mahulu. Keberhasilan tim ini tidak hanya diukur dari kemampuannya menangani insiden, tetapi juga dari kemampuannya membangun koordinasi antar perangkat daerah dan mendorong langkah-langkah pencegahan dini,” tegasnya.
Hadir sebagai pembicara utama, Sandiman Ahli Muda Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur, Agus Eko Santoso. Ia memaparkan bahwa ancaman serangan siber saat ini terus meningkat karena data telah menjadi aset yang sangat bernilai.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan CSIRT merupakan bagian dari upaya nasional dalam memperkuat keamanan siber, termasuk tindak lanjut arahan pemerintah pusat agar setiap instansi pemerintahan memiliki tim tanggap insiden siber yang mampu merespons ancaman secara cepat dan terkoordinasi. Kabupaten Mahakam Ulu sendiri telah membentuk CSIRT sejak tahun 2024 sebagai langkah awal memperkuat ketahanan siber daerah.
Meski begitu, Agus tidak memungkiri adanya tantangan besar dalam mengelola CSIRT di daerah.
Tantangan tersebut mulai dari keterbatasan SDM ahli, rendahnya kesadaran akan keamanan informasi, rumitnya sistem aplikasi pemerintah, cepatnya perkembangan modus serangan, hingga masalah anggaran.
Namun, Agus optimistis kendala tersebut bisa dilewati. Caranya adalah dengan memperkuat regulasi daerah, melatih SDM secara konsisten, menerapkan prosedur penanganan yang jelas, memantau sistem tanpa henti, serta bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh anggota CSIRT Pemkab Mahulu memiliki satu pemahaman yang sama. Dengan koordinasi yang lebih solid, Mahulu siap mewujudkan ruang digital daerah yang aman, tepercaya, dan berkelanjutan. (ADV/Mahakam Ulu)

