
Portalsembilan.com, Bontang – Peta persaingan dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII Partai Golkar Kota Bontang dipastikan hanya menyisakan satu nama. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Bontang setelah seluruh dokumen persyaratan pencalonannya dinyatakan lengkap dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan panitia penjaringan.
Dengan tidak adanya kandidat lain hingga penutupan masa pendaftaran, Andi Faizal kini berpeluang besar kembali memimpin Partai Golkar Bontang untuk periode 2025-2030 melalui mekanisme aklamasi dalam Musda VIII yang digelar pada Sabtu (27/6/2026).
Proses verifikasi administrasi dilakukan tim penjaringan sesaat setelah berkas pencalonan diserahkan di Sekretariat DPD Partai Golkar Bontang, Jumat (26/6/2026). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan seluruh persyaratan administratif sesuai dengan ketentuan organisasi.
Sekretaris Steering Committee (SC) Musda VIII Golkar Bontang, Lafendri, mengatakan proses verifikasi diselesaikan pada hari yang sama dan tidak menemukan kekurangan dalam dokumen yang diajukan.
“Setelah berkas diterima, tim penjaringan langsung melakukan verifikasi. Hasilnya, seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan,” ujarnya.
Kelulusan administrasi tersebut sekaligus memastikan Andi Faizal menjadi satu-satunya kandidat yang berhak mengikuti tahapan pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Bontang.
Sebelumnya, hingga batas akhir pengambilan formulir pencalonan, hanya Andi Faizal yang mengambil sekaligus mengembalikan berkas pendaftaran. Tidak ada kader lain yang mendaftarkan diri ataupun menyerahkan dokumen pencalonan kepada panitia.
Situasi itu membuat kontestasi kepemimpinan Partai Golkar Bontang berlangsung tanpa rival. Dukungan yang mengerucut kepada petahana dinilai mencerminkan kuatnya konsolidasi internal menjelang pelaksanaan Musda.
Meski demikian, panitia memastikan seluruh tahapan Musda VIII tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi. Lafendri menegaskan, status calon tunggal tidak serta-merta menghilangkan proses persidangan dalam forum Musda.
“Seluruh mekanisme tetap dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar serta ketentuan organisasi yang berlaku. Forum Musda tetap menjadi ruang resmi untuk menetapkan kepengurusan baru,” tegasnya.
Musda VIII Partai Golkar Bontang sendiri menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai selama lima tahun ke depan. Dengan menguatnya peluang aklamasi, forum tersebut diperkirakan lebih difokuskan pada pembahasan strategi konsolidasi organisasi, penguatan mesin partai, serta penyusunan program kerja menghadapi agenda politik mendatang.
Apabila ditetapkan melalui forum Musda, Andi Faizal Sofyan Hasdam akan kembali mengemban amanah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bontang untuk masa bakti 2025-2030, melanjutkan kepemimpinan yang telah dijalankannya pada periode sebelumnya.
(Yeni A.Y)

