Portalsembilan.com, BERAU – Persoalan sampah di kawasan wisata Pulau Derawan dan Maratua kembali menjadi sorotan DPRD Berau. Keindahan dua destinasi unggulan Kabupaten Berau itu dinilai dapat terancam apabila pengelolaan sampah tidak segera dibenahi secara serius, terutama terkait belum optimalnya operasional kapal pengangkut sampah yang disiapkan pemerintah.
Anggota DPRD Berau, Sa’ga, mengatakan armada pengangkut sampah sebenarnya telah tersedia. Namun, kapal tersebut belum dapat difungsikan secara maksimal karena masih terkendala persoalan teknis.
Akibat kondisi itu, pengangkutan sampah dari kawasan pulau hingga kini masih banyak bergantung pada kapal milik nelayan dan warga setempat.
“Informasi yang kami terima, kapal pengangkut sampah ada, tetapi belum bisa beroperasi secara optimal. Akibatnya, pengangkutan sampah masih bergantung pada kapal masyarakat,” ujar Sa’ga. Rabu (03/6/2026).
Menurut dia, ketergantungan pada armada milik warga bukan hanya membuat pengelolaan sampah menjadi kurang efektif, tetapi juga berpotensi menambah beban anggaran desa. Pasalnya, sebagian biaya operasional pengangkutan sampah saat ini masih ditopang melalui dana desa.
Padahal, lanjut Sa’ga, dana desa seharusnya dapat lebih difokuskan untuk mendukung program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung pesisir.
Ia menegaskan, persoalan kebersihan di Derawan dan Maratua tidak bisa dipandang sebagai isu sepele. Sebab, kedua wilayah itu merupakan wajah pariwisata Berau yang selama ini dikenal luas, termasuk oleh wisatawan mancanegara.
Menurut Sa’ga, kualitas pengelolaan lingkungan akan sangat menentukan kenyamanan pengunjung sekaligus citra daerah sebagai destinasi wisata bahari unggulan.
“Wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam. Jika masalah sampah tidak tertangani dengan baik, tentu akan memengaruhi pengalaman pengunjung dan citra daerah,” kata dia.
Karena itu, DPRD Berau mendorong pemerintah daerah segera menuntaskan kendala teknis yang menghambat operasional kapal pengangkut sampah tersebut. Langkah itu dinilai penting agar sistem pengelolaan sampah di kawasan wisata pulau dapat berjalan lebih terstruktur, efisien, dan tidak terus membebani masyarakat setempat.
Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, optimalisasi armada pengangkut sampah juga dianggap sebagai bagian dari upaya mempertahankan daya tarik Derawan dan Maratua di tengah persaingan destinasi wisata bahari yang semakin ketat.
Apabila penanganan sampah tidak segera dibenahi, DPRD khawatir persoalan lingkungan di kawasan wisata itu akan terus berulang dan pada akhirnya mengganggu keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan perekonomian Berau. (ADV/DPRD BERAU)

