Portalsembilan.com, BERAU — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau menilai upaya penurunan angka stunting perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih spesifik dan berbasis pada kondisi nyata di lapangan. Strategi penanganan dinilai tidak cukup jika hanya berfokus pada gejala, melainkan harus menyasar faktor-faktor yang menjadi penyebab utama stunting di setiap wilayah.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Sri Yulianawati Ningsih, mengatakan setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda dalam upaya pencegahan maupun penanganan stunting. Karena itu, kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah semestinya disusun berdasarkan kebutuhan dan persoalan yang ditemukan di masing-masing wilayah.
“Pendekatan penanganan stunting tidak bisa disamaratakan. Setiap daerah memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda, sehingga solusi yang diterapkan juga harus menyesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat,” kata Sri. Rabu (03/6/2026).
Menurut dia, penggunaan pola intervensi yang seragam di seluruh wilayah berpotensi membuat program kurang efektif. Data lapangan, kata dia, harus menjadi dasar utama dalam menentukan bentuk intervensi, agar program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sri menjelaskan, stunting merupakan persoalan kompleks yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak. Sejumlah faktor lain, seperti pola pengasuhan, kualitas sanitasi, akses terhadap layanan kesehatan, hingga tingkat pengetahuan keluarga mengenai gizi, turut memengaruhi tumbuh kembang anak.
Karena itu, penanganan stunting dinilai membutuhkan keterlibatan lintas sektor, tidak semata-mata menjadi tanggung jawab instansi kesehatan. Program intervensi gizi, menurut dia, perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat serta upaya mendorong perubahan perilaku dalam keluarga.
“Masalah stunting tidak bisa diselesaikan dari satu sisi saja. Harus ada kerja bersama antarsektor dan pendekatan yang benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Sri juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat sistem pengawasan dan pendataan anak. Pemanfaatan teknologi dinilai penting agar petugas dapat memantau kondisi balita secara lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis data, DPRD Berau berharap program percepatan penurunan stunting di daerah itu dapat berjalan lebih efektif serta mampu menjangkau akar persoalan yang selama ini masih menjadi tantangan di lapangan. (ADV/DPRD BERAU)

