
Portalsembilan.com, Samarinda – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, kembali menjadi perhatian publik setelah kembali ke Kalimantan Timur usai menjalani masa penahanan selama hampir satu dekade. Kehadirannya dalam kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam, menjadi salah satu penampilan publik yang menyita perhatian masyarakat dan insan pers.
Dalam kesempatan tersebut, Rita menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukanlah kembali terjun ke politik praktis. Ia mengaku lebih ingin berada di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif sesuai kemampuan yang dimilikinya.
“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa ya, saya bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik sajalah,” ujar Rita.
Selain menyampaikan keinginannya untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat, Rita juga menyoroti sejumlah informasi yang menurutnya belum tersampaikan secara utuh kepada publik terkait perkara hukum yang pernah menjerat dirinya.
Menurut Rita, masih terdapat berbagai aspek yang perlu diluruskan, termasuk mengenai laporan kekayaan dan sejumlah informasi yang berkembang selama proses hukum berlangsung. Karena itu, ia berharap publik memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang.
“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini lagi berjuang supaya berita saya benar, itu saja,” katanya.
Dalam perbincangan yang berlangsung santai, Rita juga mengungkapkan bahwa dirinya masih menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh di Kalimantan Timur, termasuk Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Ia menyebut komunikasi terakhir terjadi saat tahapan kampanye Pilkada Kalimantan Timur berlangsung.
Meski demikian, Rita kembali menegaskan bahwa dirinya belum memiliki agenda politik dalam waktu dekat. Saat ini, fokusnya masih tertuju pada penyelesaian persoalan hukum yang menurutnya masih berproses.
Namun ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali berkiprah di dunia politik pada masa mendatang, Rita tidak menutup peluang tersebut. Ia menyerahkan semua kemungkinan kepada proses hukum yang tengah berjalan serta dukungan masyarakat.
“Bismillah aja ya. Pokoknya kalau ada masalah hukumnya baik, doakan saja. Ini masalahnya belum selesai, masih berjibaku dengan itu. Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” tandasnya.
Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian para peserta kegiatan. Sebab, meskipun menegaskan belum memiliki agenda politik dalam waktu dekat, Rita memberikan sinyal bahwa dirinya tidak sepenuhnya menutup pintu untuk kembali berkiprah di panggung politik setelah seluruh persoalan hukum yang dihadapinya terselesaikan.
(Yeni A.Y)

