Portalsembilan.com, BERAU — Akses layanan kesehatan di kampung-kampung perbatasan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi sorotan DPRD Berau. Keterbatasan fasilitas medis dan jauhnya jarak tempuh menuju pusat layanan kesehatan dinilai masih menjadi hambatan utama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong, mengatakan warga di kawasan perbatasan kerap menghadapi kesulitan saat membutuhkan penanganan medis, terutama dalam kondisi darurat.
Menurut dia, keterbatasan sarana transportasi kesehatan membuat proses rujukan pasien menuju rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap sering kali tidak berjalan optimal.
“Kalau ada kondisi darurat, membawa pasien ke rumah sakit yang memadai sangat sulit,” kata Peri, Minggu (24/5/2026)
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian ialah Kampung Maluang yang berada di jalur poros Berau–Bulungan. Ia menilai kampung tersebut masih membutuhkan penguatan fasilitas kesehatan meskipun memiliki posisi strategis sebagai penghubung antarwilayah.
Peri menuturkan, keberadaan sarana kesehatan yang memadai di wilayah perbatasan menjadi kebutuhan mendesak, mengingat akses masyarakat terhadap layanan medis masih terbatas.
Karena itu, DPRD mendorong adanya penambahan ambulans untuk Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah perbatasan agar pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
“Ambulans sangat penting agar pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan bisa segera dirujuk,” ujarnya.
Selain ambulans, ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat layanan kesehatan di kampung-kampung terpencil melalui penambahan fasilitas pendukung dan tenaga medis.
Menurut Peri, kehadiran pemerintah diperlukan agar masyarakat di wilayah perbatasan memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak dan setara dengan warga di wilayah perkotaan.
“Pemerintah harus hadir agar warga di perbatasan mendapat layanan kesehatan layak,” kata dia. (ADV/DPRD BERAU)

