Portalsembilan.com, BERAU — Kekhawatiran terhadap semakin minimnya keterlibatan generasi muda di sektor pertanian mulai mendapat perhatian serius di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada keberlanjutan produksi pangan daerah jika tidak segera diantisipasi.
Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, menilai rendahnya minat anak muda terjun ke dunia pertanian berpotensi menjadi ancaman bagi ketahanan pangan daerah dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut Waris, selama ini sektor pertanian masih dipandang kurang menjanjikan secara ekonomi oleh sebagian generasi muda. Padahal, perkembangan teknologi dinilai telah mengubah wajah pertanian menjadi lebih modern dan memiliki peluang usaha yang cukup besar.
“Sekarang pertanian tidak lagi identik dengan cara-cara lama. Sudah banyak teknologi yang digunakan, mulai dari alat modern sampai pemasaran digital,” kata Waris, Sabtu (23/5/2026).
Ia mengatakan, sektor pertambangan yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah tidak dapat dijadikan sandaran utama dalam jangka panjang. Karena itu, sektor non tambang seperti pertanian dinilai perlu diperkuat sejak dini, termasuk melalui upaya regenerasi petani.
Waris mengingatkan, apabila generasi muda terus menjauh dari sektor pertanian, Kabupaten Berau berpotensi mengalami kekurangan tenaga produktif di bidang pangan pada masa mendatang.
Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani berusia 19 hingga 39 tahun di Berau tercatat sekitar 9.789 orang. Menurut Waris, angka tersebut menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menghadirkan program yang lebih konkret untuk menarik minat pemuda terlibat di sektor pertanian.
Dukungan yang dibutuhkan, kata dia, tidak hanya berupa bantuan alat, tetapi juga pelatihan, pendampingan usaha, hingga kemudahan akses permodalan.
“Anak muda perlu diyakinkan kalau pertanian juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki peluang ekonomi yang besar apabila dikelola secara modern dan berorientasi pasar. Selain memperkuat ketahanan pangan, sektor ini juga dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
“Jangan sampai nanti petani semakin berkurang karena tidak ada penerusnya. Pertanian ini sektor penting dan harus mulai dipandang sebagai peluang masa depan,” kata Waris. (ADV/DPRD BERAU)

