Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Aliansi tiga organisasi masyarakat (Ormas) Kutai Kartanegara, yakni Remaong Kutai Menamang (RKM), Remaong Kutai Berjaya (RKB), dan Kayuh Baimbai, mendesak Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, mundur dari jabatannya.
Desakan itu disampaikan usai aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kukar, Minggu (10/5/2026). Ketua RKM, Moch Saddam Jordi, menegaskan aksi tersebut merupakan aspirasi murni masyarakat Kutai Kartanegara.
“Kami menilai tindakan beliau sudah mencoreng nama baik daerah, adat Kutai, dan institusi DPRD Kutai Kartanegara. Karena itu kami meminta beliau mundur,” ujar Saddam.
Ia menyebut pihaknya telah mengantongi sejumlah data dan bukti yang menjadi dasar tuntutan tersebut. Salah satunya berupa dokumen disposisi yang disebut ditandatangani langsung Ketua DPRD Kukar terkait penggunaan fasilitas daerah oleh organisasi luar daerah yang belum terdaftar di Kesbangpol.
“Awalnya beliau mengaku tidak tahu. Tapi kemudian kami menemukan surat yang sudah didisposisi langsung. Artinya beliau mengetahui hal itu,” katanya.
Menurut Saddam, bukti yang dimiliki ormas tidak hanya berupa pernyataan, tetapi juga dokumen administrasi yang dinilai menunjukkan adanya persetujuan atau sepengetahuan pimpinan DPRD.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti pernyataan Ketua DPRD terkait efisiensi perjalanan dinas dengan opsi tidur di masjid yang dinilai tidak pantas disampaikan seorang pejabat publik.
“Kami sangat menyayangkan statement itu,” ujarnya.
Saddam menegaskan aksi demonstrasi dilakukan berdasarkan data yang telah dikumpulkan, bukan sekadar tekanan politik tanpa dasar.
“Kami punya data dan bukti. Gerakan ini murni aspirasi masyarakat Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Ia juga menyoroti situasi audiensi yang sempat memanas serta munculnya aksi tandingan usai demonstrasi selesai dilakukan.
“Kami sudah membubarkan diri dengan tertib. Tiba-tiba muncul massa lain membawa spanduk dan melakukan orasi. Itu yang kami pertanyakan,” katanya.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Fraksi PDI Perjuangan yang disebut langsung menggelar rapat internal menyikapi tuntutan masyarakat.
Saddam memastikan ketiga ormas siap kembali menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius.
“Kalau memang diperlukan, nanti pada aksi jilid dua akan kami buka semuanya,” pungkasnya.
(Yeni Adhayanti)

