Portalsembilan.com, BERAU — Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah wilayah Kabupaten Berau dinilai masih memerlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Pasalnya, di lapangan masih ditemukan pembangunan yang dilakukan pada titik yang sama.
Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, menilai kondisi tersebut menunjukkan perencanaan pembangunan PJU belum berjalan secara terpadu. Akibatnya, penggunaan anggaran dinilai berpotensi tidak efektif karena terdapat proyek yang saling tumpang tindih.
“Kalau pembangunan dilakukan di lokasi yang sama oleh dua pihak berbeda, berarti koordinasinya belum maksimal,” kata Waris, Sabtu (9/5/2026).
Menurut dia, kebutuhan penerangan jalan di Berau masih cukup besar, terutama di kawasan yang minim lampu jalan dan wilayah pinggiran permukiman. Karena itu, pembangunan PJU seharusnya dilakukan secara terencana agar distribusinya lebih merata.
Waris mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi penting dilakukan sejak tahap perencanaan. Dengan demikian, pembangunan dapat diarahkan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan dan tidak hanya terpusat di lokasi tertentu.
Ia juga menyoroti adanya perbedaan teknis pengerjaan proyek di lapangan. Salah satunya terkait jarak antar tiang PJU pada proyek milik provinsi yang dinilai lebih rapat di beberapa ruas jalan.
Menurut Waris, kondisi tersebut memperlihatkan belum adanya penyelarasan dalam perencanaan teknis antara kedua pihak sebelum proyek dijalankan.
“Harus ada komunikasi dan perencanaan bersama supaya pembangunan lebih tepat sasaran dan tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
DPRD Berau berharap koordinasi lintas pemerintah dapat diperkuat agar pembangunan PJU ke depan lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjangkau kawasan yang selama ini masih minim penerangan jalan. (ADV/DPRD BERAU)

