Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran dan Penyelamatan yang dirangkai dengan gelar peralatan serta sarana dan prasarana (sarpras) dalam rangka menghadapi potensi cuaca ekstrem dan ancaman kebakaran di wilayah Kukar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (27/4/2026) di Mako Damkarmatan Kutai Kartanegara, Jalan Aji Pangeran Mangkunegoro Nomor 03, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, dan diikuti seluruh personel serta jajaran pejabat struktural dan fungsional.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Damkarmatan Kukar, H. Fida Hurasani, S.Sos, menegaskan apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen institusi dalam memastikan kesiapan personel, alat pelindung diri (APD), hingga sarana operasional pemadaman dan penyelamatan.
“Urusan kebakaran dan penyelamatan adalah urusan kami di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Ini tanggung jawab kami, tanggung jawab saya selaku pembantu kepala daerah di bidang ini,” tegas Fida di hadapan peserta apel.
Ia menyebut, pengecekan sarpras penting dilakukan mengingat potensi kebakaran permukiman, lahan, serta wilayah yang mulai mengalami penurunan debit air sungai akibat cuaca ekstrem.
Menurutnya, beberapa wilayah di Kukar mulai mengalami kondisi sungai dangkal dan surut, sehingga memerlukan perhitungan matang terhadap kebutuhan teknis di lapangan, seperti panjang selang isap dan kesiapan mesin portable.
“Begitu bulan berganti dan air laut tidak pasang, kondisi sungai akan semakin surut. Bisa turun hingga 4, 5 bahkan 9 meter. Ini harus kita hitung dan antisipasi,” ujarnya.
Selain itu, Fida juga menyoroti pentingnya mitigasi kebakaran sebagai langkah mendahului sebelum musibah terjadi. Ia menegaskan mitigasi tidak hanya berupa dokumen atau laporan di atas kertas, melainkan tindakan nyata di lapangan.
Ia mencontohkan wilayah-wilayah yang belum terjangkau standar response time pemadam kebakaran harus segera dipetakan dan dicarikan solusi, termasuk sumber air serta jarak tempuh dari pos sektor terdekat.
“Pola kita hari ini harus mendahului. Mitigasi adalah tindakan sebelum kejadian. Menghitung, menimbang, dan mengurangi risiko sebelum sesuatu terjadi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Fida juga mengingatkan seluruh personel untuk memiliki rasa kepedulian, kemampuan memberi solusi, dan keberanian untuk bertindak.
“Peduli, Solusi, Aksi. Itu jargon yang saya pegang. Pemadam harus punya kepedulian tinggi, punya pemikiran untuk memberi solusi, dan punya kemampuan untuk bertindak,” katanya.
Ia turut mengapresiasi seluruh jajaran Damkarmatan Kukar atas kontribusi dalam percepatan pelaporan kejadian kebakaran dan penyelamatan yang turut mengantarkan Kalimantan Timur meraih peringkat tiga terbaik nasional dalam pelaporan pemadam kebakaran.
Menutup arahannya, Fida meminta seluruh personel menjaga dan merawat peralatan yang ada, mengingat keterbatasan anggaran pengadaan sarpras tahun ini.
“Pelihara barang yang ada. Tahun ini kita minim pengadaan. Kalau ada kerusakan kecil segera laporkan sebelum menjadi besar,” pesannya.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Damkarmatan Kukar menegaskan komitmennya untuk siap siaga menghadapi kondisi terburuk terkait kebakaran dan penyelamatan, serta memastikan pelayanan maksimal bagi masyarakat di seluruh 20 kecamatan di Kutai Kartanegara.
(Yeni Adhayanti)

